Gajah Mada: Perang Bubat
Posted by Badru Tamam Mifka pada 15 Oktober 2008
“Aku tetap bersikukuh pada permintaanku yang telah kukirim berulangkali. Aku tetap meminta agar Sunda segera menyatakan diri bergabung dengan Majapahit karena masalah yang akan dihadapi Sunda Galuh sama dengan yang harus dihadapi Majapahit. Sampaikan pada rajamu, hari inilah saatnya untuk menentukan sikap, akan tetap berdiri sendiri atau tunduk pada kehendak kelompok yang lebih besar. Tidak ada tawar menawar lagi. Kehadiran temanten dari Sunda Galuh kali ini sekaligus merupakan pernyataan bahwa Sunda Galuh bersedia tunduk menjadi bagian dari Majapahit.”
Pengulangan ucapan Gajah Mada yang disampaikan Temenggung Larang Agung itu memaksa udara ikut berhenti bergerak dan menyihir orang-orang Sunda Galuh untuk terjerembab dalam kubangan perasaan sewarna, marah! Serentak, para pengiring Maharaja Linggabuana mengambil sikap. Semua menyingsingkan kain wiron dan mengubah letak kujang ke pinggang masing-masing serta melepas tali pengikat pedang untuk memudahkan ketika melolos pedang itu dari sarungnya.
Gajah Mada: Perang Bubat
Langit Kresna Hariadi
Penerbit Tiga Serangkai
Cetakan Ketiga, Agustus 2007
Xii, 448 halaman
Silakan Bagikan:
Entri ini dituliskan pada 15 Oktober 2008 pada 2:27 pm dan disimpan dalam Ω Jendela Buku. Dengan kaitkata: Ω Jendela Buku, Ω Menulis Sastra, Ω Novel, buku, Gajah Mada, Langit Kresna Hariadi, Perang Bubat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.

sammy berkata
dimana download eBook Gajah Mada 4 dan Gajah Mada 5 ?
magi berkata
huuh lau boleh tau dimana download ebook buku Gajah Mada ” Perang Bubat ”
tau boleh kirim ke email saya link nya onyon_padjadjaran@yahoo.com