Puisi: Kasidah Cinta
Posted by Badru Tamam Mifka pada 14 Oktober 2011
Rekah malam yang tumbuh masih meruncingkan batinku yang dingin
Memunguti hikmah dari setapak isyarat menuju surau-surau ketabahan
Kau menjelma tangan-tangan gaib yang menutup pintu-pintu keluh kesah
Mengalirkan arus cahaya yang merunduk di reranting keheninganku
Menyimpan ziarah doa-doaku pada garis-garis panjang kepedihan
Lentik jarimu yang mempermainkan senja, masih saja menguji tafakurku
Bertahun melupakanmu dan kau tak henti menyimpan kejernihan hatimu
Lalu aku dzikirkan sunyi pada lembaran langitmu yang maha sepi
Senja menyusun rindu yang menyala dalam rakaat kesendirianku
Hujan masih kau susun dan aroma bismillah merambah akar imanku
Kau uraikan rambut hitammu pada sudut-sudut mata hatiku yang letih
Sebelum akhirnya kesedihan perlahan memudar dalam sujud kesadaranku
Lentik bulu matamu yang memilah musim, masih saja menguji ibadahku
Bertahun meninggalkanmu dan kau tak henti menunggu kejernihan imanku
Sumedang, 15 April 2011
Lukisan almarhum Sareh
yisha berkata
duh….
pengin kenalan….
agus berkata
wach … asyik banget….
sandyiburhanudiny berkata
bagus,,,saya sangat suka….
nerman ahmar berkata
np tdk ad laguuu.xx
niscayariska berkata
saya juga mau kenalan sama kamu mba.
riska: 0856 190 79 09
:) kirim tausiyah ya mbaa…
hardy sambas berkata
Mba, Puisinya bagus banget…saya mau unduh di fb aku ya….tq
Abed Saragih (disave.blogspot.com) berkata
Artikelnya bermanfaat jika di renungi
http://www.disave.blogspot.com
Denni berkata
ane jadi hanyut ma lirik2nya,da artikel baru buat ane tlis in my privat book mba
Nechan Shop berkata
lirik2nya bagus banget
Kanzo Hattori berkata
manteb…. bagus sekali,,,
nadine berkata
keren
sopyan shaury berkata
ngiringan nyundul kang…