mifka weblog

[Ruang Belajar dan Berbagi]

Arsip untuk ‘Ω Catatan Kuliah’ Kategori

[Catatan Kuliah] Opinion Leaders!

Posted by Badru Tamam Mifka pada 26 April 2006

Kuliah, masuk kelas siang jelang sore, ngantuknya minta ampun. Cuaca agak panas. Pinginnya tidur di sudut kelas, tapi dosen yang agak pendiem sudah berdiri depan kelas. Hari ini katanya dia mau bahas tentang Opinion Leaders. Hoaaam, apa pula tuh? Biarpun males dan ngantuknya minta ampun, telinga saya harus tetap terbuka, dan tangan saya harus  sebisa mungkin mencatat apa-apa yang penting yang ditulis dan dijelaskan sama dosen hari ini. Ups, Opinion leaders adalah orang-orang berpengaruh yang tidak memiliki kedudukan resmi di tengah masyarakat. Hm, tidak memiliki kedudukan resmi, tapi orang-orang berpengaruh. Contohnya siapa ya? Dua orang kawan sekelas kasih jawaban: guru dan jurnalis. Bukan, masukan ditolak dosen. Lalu si bapak dosen mulai menerangkan lewat kutipan Stanley Bigman, yang menyatakan bahwa ada dua macam pengaruh dalam hal pembentukan pendapat, sikap, dan perilaku; pertama, prestige, dan kedua personal influence. Prestige ditumbuhkan oleh formal leaders seperti pejabat pemerintah, pemimpin buruh atau perusahaan, jurnalis, guru, pemimpin partai, organisasi, dsb. Personal influence ditumbuhkan oleh opinion leaders. Prestige mengandung unsur formal. Personal influence bersifat informal. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Catatan Kuliah | Dengan kaitkata: | 1 Komentar »

[Catatan Kuliah] Arkan al-Islam (Rukun Islam) dan Dalil Naqli

Posted by Badru Tamam Mifka pada 13 November 2004

Hari ini dosen saya sekilas bicara soal arkan al-islam. Saya jadi ingat semasa kecil ketika pertama kali bapak saya mengenalkan agama islam pada saya lewat pengetahuan lima pilar penting dalam Islam, yaitu Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji. Syahadat adalah pernyataan iman. Saya, sebagai Muslim, wajib mengucapkan dengan sadar kalimat Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah, Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Utusan Allah. Tetapi sejak kecil, kesadaran saya tak terlalu akrab dengan kalimat itu, terkecuali saya seringkali menyebutnya dalam lafadz adzan dan hapalan bacaan sholat yang ramai saya baca bersama teman-teman sepulang ngaji malam. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Catatan Kuliah | 4 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.