mifka weblog

[Ruang Belajar dan Berbagi]

Arsip untuk ‘Ω Novel’ Kategori

Novel Biografi: Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan – Tasaro GK

Posted by Badru Tamam Mifka pada 1 April 2010

Kasvha pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.  Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cai dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, Pegunungan Tibet, biara di Suriah, Istana Heraklius, dan berakhir di Yastrib, sang Kota Cahaya. Hasarat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak jua menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammmad.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | Dengan kaitkata: , , , , | 24 Komentar »

The Lost Symbol – Dan Brown

Posted by Badru Tamam Mifka pada 29 Maret 2010

Robert Langdon, sang simbolog genius yang berhasil memecahkan Da Vinci Code, kembali hadir dalam petualangan berbahaya yang penuh teka-teki. Undangan ceramah di Gedung Capitol, Washington, DC, berubah menjadi undangan kematian. Seseorang meletakan simbol Tangan Misteri yang dibuat dari penggalan tangan Peter Solomon, sahabat dan mentor Langdon, sekaligus tokoh penting persaudaraan Mason. Sang penculik Peter meminta Langdon memecahkan kode-kode kelompok rahasia Mason yang melindungi sebuah lokasi di Washington, DC. Lokasi penyimpanan kebijakan tertinggi umat manusia, yang konon akan membuat pemegangnya mampu mengubah dunia. Menjelajahi terowongan-terowongan bawah tanah Capitol, Perpustakaan Kongres, kuil-kuil Mason, dan Monumen Washington, Langdon harus berpacu dengan waktu sekaligus menghindari kejaran CIA yang menganggapnya sebagai ancaman nasional. Sebelum tangah malam, Langdon harus sudah berhasil memecahkan teka-teki kelompok Mason. Jika tidak, nyawa Peter akan melayang, dan rahasia yang konon akan mengguncang Amerika Serikat dan dunia bakal tersebar. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | Dengan kaitkata: , | 3 Komentar »

Heidi – Johanna Spyri

Posted by Badru Tamam Mifka pada 23 Februari 2010

Bagi Paman-Alm, Peter, dan Nenek, Heidi adalah keajaiban baru yang melengkapi kehidupan mereka. Kehadiran Heidi mampu mencairkan kebekuan yang mendiami Pegunungan Alpen. Heidi pun sangat menikmati rumah barunya lengkap dengan segala keindahannya: udara yang harum oleh aroma bunga-bunga gunung dari padang rumput yang subur; puncak gunung yang tertutup salju; pohon cemara tua yang meniupkan alunan musik merdu; ” cara matahari mengucapkan selamat malam kepada gunung-gunung”"; serta roti lezat dengan irisan daging dan keju panggang yang berwarna keemasan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | Dengan kaitkata: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Adriana; Labirin Cinta di Kilometer Nol

Posted by Badru Tamam Mifka pada 22 Februari 2010

“Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat Proklamasi dibacakan.” Siapa yang peduli dengan karpet tua depan lift di Perpustakaan Nasional, apalagi tentang kapan bergantinya? Mungkin hanya Mamen… dan cintanya. Ya, cinta yang diuji oleh Adriana dalam teka-teki demi teka-teki. “Harinya adalah tiga hari setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Masanya sampai pada Perang Diponegoro. Namun orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka akan merana terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Aku yang menunggumu adalah Adriana, pada mimpinya yang tak pernah mati.” Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | Dengan kaitkata: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

The 19th Wife: Istri ke-19

Posted by Badru Tamam Mifka pada 16 Januari 2010

Seperih apa pun rasanya melihat suami yang ia cintai menikahi perempuan lain, Elizabeth berusaha berbesar hati. “Ini adalah kehendak-Nya.” tegasnya berulang-ulang. Tanpa menjalani pernikahan atau sebuah rumah tangga dengan banyak istri, penebusan dosa tak akan pernah ada. Seperti itulah yang ia dan pemeluk Mormon generasi pertama lainnya yakini. Wahyu Tuhan memang tak selalu mudah dilaksanakan, tetapi itulah jaminan mereka untuk dapat mendiami surga kelak. Namun, Ann Eliza, putri satu-satunya, tak pernah bisa menerima wahyu tersebut. Bahkan, statusnya sebagai istri ke-19 Brigham Young, Sang Nabi, tak lantas mengubah pandangannya itu. Eliza tahu betapa para istri tersebut sebetulnya tetap berkeinginan memiliki suaminya secara utuh. Ia juga ingat dahaga yang sangat akan kasih sayang sang ayah yang waktunya telah habis tersita untuk mengusrus lima istri dan anak-anak yang lain. Tekadnya kini bulat, ia harus membeberkan kondisi pahit yang dialami para perempuan dan anak-anak di komunitasnya kepada publik. Perjuangan beratnya pun dimulai dan taruhannya tidak hanya nyawa, tetapi kebutuhan keluarga dan juga keyakinannya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | 3 Komentar »

A Great and Terrible Beauty

Posted by Badru Tamam Mifka pada 16 Januari 2010

Baru ditinggal ibunya, Gemma, gadis 16 tahun, harus meninggalkan kehangatan rumah masa kanak-kanaknya di Bombay untuk bersekolah di Inggris di sebuah sekolah elit yang kaku dan penuh aturan, Akademi Spence. Cerdas dan penuh percaya diri, membuatnya sebentar telah menakhodai “geng” gadis-gadis usil, yang sebelumnya dipegang oleh Felicity yang kaya dan sok kuasa.  Visi-visi misterius yang selalu menghantui sejak di India hingga di London, rahasia-rahasia hitam keluarga dari tiap gadis, serta penemuan buku harian mistis romantis yang telah lama hilang, memaksa Gemma dan teman-teman sekelasnya memasuki alam visi yang mengerikan sekaligus memikat. Di sebuah dunia indah gadis-gadis itu mempelajari dan menguasai kekuatan sihir, mendapatkan apa pun yang paling diidamkan, juga tergoda melanggar pantangan untuk tidak membawa sihir ke alam nyata. Saat terkuak kematian ibunya terkait raksasa sihir yang tengah mengincar banyak korban, berkobarlah dada Gemma untuk menempuh garis takdirnya yang panjang.  Pippa saat berada di dunia indah memutuskan untuk tidak pulang, dan akibatnya saat Gemma kembali ke alam nyata didapatinya Pippa sudah membujur kaku. Saat pemakaman yang disaksikan Kartik, si pemuda tampan yang sejak awal memperingatkan Gemma akan bahaya bakat supranaturalnya, Gemma menghampiri Kartik dan tegas berkata: “Ini barulah awal, aku tak akan menyerah dan tidak ada kata mundur!” Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | 2 Komentar »

The Girl Who Played with Fire

Posted by Badru Tamam Mifka pada 16 Januari 2010

Dua orang jurnalis yang menyelidiki industri perdagangan wanita di Swedia ditemukan tewas. Mayat mereka ditemukan dengan lubang besar di kepala mereka. Bjurman, wali Lisbeth Salander, ditemukan terbunuh di apartemennya.  Sidik jari yang ditemukan di senjata pembunuh ketiga orang itu mengarah pada satu orang : Lisbeth Salander.  Sekali lagi Mikael Blomkvist, wartawan kriminal, dan Lisbeth Salander, si gadil bengal ahli hacking, bertemu dengan kasus yang mengancam hidup mereka. Hanya Blomkvist yang percaya Salander tidak bersalah. Sementara Salander harus bersembunyi, Blomkvist berupaya menemukan bukti-bukti yang bisa membersihkan nama rekannya.  Tak mereka sangka, penyelidikan membawa mereka terlibat dalam sebuah konspirasi besar yang melibatkan banyak pihak, termasuk badan intelejen Swedia. Bahkan, mereka menemukan rahasia kelama yang berhubungan dengan masa lalu Salander.  Kedua pasangan detektif itu harus mengungkap kebenaran sebelum orang-orang yang tak ingin rahasia itu terbongkar berhasil menemukan dan membungkam Salander…untuk selamanya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | Tinggalkan sebuah Komentar »

Nagabumi I: Jurus Tanpa Bentuk

Posted by Badru Tamam Mifka pada 16 Januari 2010

Pulau Jawa tahun 871. Pendekar tanpa nama yang telah mengundurkan diri dari dunia persilatan sudah 100 tahun umurnya. Pendekar tua itu sudah lupa, siapa saja lawan yang pernah terbunuh olehnya, dan barangkali kini murid atau kerabat lawan-lawannya datang menuntut pembalasan dendam. Bahkan negara menawarkan hadiah besar untuk kematiannya. Pendekar tua itu tahu ajalnya sudah dekat, tetapi ia tidak ingin mati sebelum menuliskan riwayat hidupnya, sebagai cara membongkar rahasia sejarah. Nagabumi, sebuah cerita tempat orang-orang awam menghayati dunia persilatan sebagai dunia dongeng, tentang para pendekar yang telah menjadi terasing dari kehidupan sehari-hari, karena tujuan hidupnya untuk menggapai wibawa naga. Nagabumi adalah drama di antara pendekar-pendekar, pertarungan jurus-jurus maut, yang diwarnai intrik politik kekuasaan, maupun pergulatan pikiran-pikiran besar, dari Nagasena sampai Nagarjuna, dengan selingan kisah asmara mendebarkan, dalam latar kebudayaan dunia abad VIII-IX. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku, Ω Novel | 3 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.