Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 25 Juli 2009
Berawal dari Rasa Takjub, Maka Lahirlah Rasa Ingin Tahu
Saya ingin bicara tentang “rasa ingin tahu”. Oke, saya ingin awali topik curhat ini lebih banyak di seputar pengalaman rasa ingin tahu saya pada dunia internet. Saya mulai berkenalan dengan dunia internet ketika kuliah saya semester 4. Pada awalnya saya “terpaksa” pergi ke warnet karena kebutuhan mencari bahan referensi untuk tugas makalah—itupun diantar teman, dan dia yang pegang mouse (sekaligus membayar biaya akses J). Setelah bahan-bahan yang diperlukan didapat, sudah itu selesai. Tapi ah, sepanjang perjalanan pulang, saya merasa takjub pada pengalaman—apa yang saya saksikan—di layar internet. Saya menjelajah dunia maya sekitar 45 menit, dan mengagumi halaman-halaman blog yang penuh warna, dan kelak saya tahu, di sana kita bisa menulis apapun, kita bisa menyimpan photo, video, dan files lainnya—seperti punya hardisk dengan kapasitas yang besar, seperti punya buku diary dengan beribu halaman, yang bisa kita buka di manapun, kapanpun.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Opini | 2 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 17 Juli 2009
Orang bilang, karya sastra adalah adalah cermin hati manusia. Ia dilahirkan untuk menjelaskan eksistensi manusia, dan memberi perhatian besar terhadap dunia realitas sepanjang zaman. Karena itu, sastra yang telah dilahirkan diharapkan akan memberikan kita kepuasan estetik dan intelektual. Tapi sampai sejauh ini saya masih terus bertanya, apa sih sasatra? Apa pula karya sastra? Para pegiat sastra memberikan kemudahan pemahaman bahwa kita bisa lebih mudah membedakan mana suatu karya sastra dan mana pernyataan-pernyataan yang bersifat faktual, berita atau juga opini. Kita bisa lebih mudah menemukan perbedaannya ketika membaca tulisan artikel di media massa dan ketika membaca sebuah cerpen. Di sana, kita bisa membandingkan ungkapan-ungkapan yang bersifat denotatif yang memberikan arti dasar suatu kata (makna tersurat), dan yang bersifat konotatif yang memberikan nuansa khusus (makna tersirat).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Opini | Bertanda: Cerpen, karya sastra, prosa, Puisi, Sastra | 4 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 22 Desember 2008
Oleh: Badru Tamam Mifka
Ritual Hari Ibu tanggal 22 Desember adalah kado ulang tahun yang sangat istimewa bagi para Ibu. Tapi masihkah istimewa ketika kemudian sang ibu hanya dianggap semacam ”mesin produksi” belaka? Di satu sisi kita rajin memperingati Hari Ibu, tetapi di sisi lain kita hirau dari bertambahnya angka kematian ibu akibat melahirkan. Kita tak peduli, betapa banyak Ibu di negeri ini tak mendapat hak untuk melanjutkan hidup setelah tugas melahirkan selesai ditunaikan. Sekali melahirkan, sudah itu mati…
Bangsa yang besar ini menuntut kaum perempuan untuk melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, tetapi di sisi lain acapkali lalai memberikan jaminan yang layak bagi proses terciptanya generasi bangsa. Bangsa yang besar ini menuntut kaum ibu untuk memenuhi kewajibannya sebagai tulang punggung negara, tetapi di sisi lain tak memberikan hak-hak para ibu dengan baik. Bangsa yang besar ini rajin menggelar seminar di hotel-hotel berbintang dengan biaya besar tentang kondisi kaum perempuan, tak tanggung-tanggung honor pembicara memakan biaya jutaan rupiah, tetapi pedulikah mereka dengan nasib seorang ibu di sebuah desa yang meninggal karena tak mampu membiayai ongkos kelahiran anak yang hanya sebesar 350.000 rupiah?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Opini | Bertanda: AKI/ AKB, Ω Opini, Hari Ibu, kematian | 2 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 21 Juli 2008
Dosa selalu dianggap sesuatu yang di luar, semacam godaan. Tak heran jika iblis atau setan atau apapun namanya, seringkali dianggap kambing hitam atas terjadinya dosa. Iblis dianggap provokator. Ya Tuhan, lindungi aku dari godaan setan dan iblis yang terkutuk. Begitulah doa singkat yang selalu kita ucapkan setiapkali kita sedikit merasa gentar dalam iman, merasa ingin kebaikan dan keteguhan. Lantas sedekat apakah iblis dengan kita? Sedekat hela napaskah? Seperti apakah bentuknya? Semacam hasratkah? Adakah iblis sebagai musuh nyata di luar manusia? Ataukah ia adalah bayangan kita sendiri?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Opini | Bertanda: Ω Opini | 1 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 24 April 2008
Sebuah Introduksi Islam Santai
Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.
Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka,
tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
(QS. Yunus: 19)
Jika di dalam rumah Anda ada dua orang bertengkar hebat, bisa saya pastikan Anda akan pusing mendengarnya dan mulai merasa tak betah tinggal di rumah. Anda akan stress. Barangkali Anda akan mencoba melerainya. Tapi jika pertengkaran itu tak bisa dihentikan, dan Anda malah kena damprat, bisa saya pastikan lagi Anda akan memilih keluar rumah dan mencari tempat yang tenang untuk mengurangi stress Anda. Di saat seperti itu, mungkin Anda akan mengeluh: “Rumahku adalah nerakaku…”
Begitu pun dengan “rumah” bernama agama Islam di Indonesia belakangan ini. Layaknya satu kelompok dengan kelompok umat lain tengah tenggelam dalam “lumpur pertengkaran”. Tentu saja, pasalnya adalah permasalahan klasik bernama: perbedaan pendapat. Bukankah sudah lama kita tahu bahwa bangsa ini masih belum sepenuhnya dewasa dalam menyikapi setiap perbedaan pendapat?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Opini | Bertanda: agama, Ω Opini, islam, kekerasan, kerja, pecah-belah, profesi | 3 Komentar »