Di suatu malam, saya terbelah menjadi tiga. Dua orang yang keluar dari tubuh saya dan berdiri di hadapan saya. Mereka mirip dengan saya. Kejadian itu menyadarkan saya satu hal: jadilah orang lain, maka kamu akan menemukan ragam penilaian yang penuh kebenaran tentang diri. Maka bersitataplah kami bertiga…
Siapapun yang mengalami hal seperti itu pasti akan merasa asing pada diri sendiri. Ternyata diri kita selama ini begitu luput untuk dimengerti dan diakrabi oleh diri sendiri, seperti halnya dengan nama kita yang jarang disebut oleh mulut kita sendiri. Pernahkah bercermin? Bukankah penilaian pada diri hadir di saat kita menemukan diri kita mata kita sendiri? Kita ternyata lebih mudah menemukan penilaian baik dan buruk terhadap orang lain ketimbang pada diri sendiri. Itu karena kita sudah kadung menganggap baik dan buruk segalanya selalu diukur dari sesuatu yang berjarak dari diri kita. Maka sesering apakah kita menilai diri, mencaci diri, memberi kritik pada diri?