mifka weblog

[Ruang Belajar dan Berbagi]

Arsip untuk ‘Ω Dialog Imajiner’ Kategori

Apakah Cinta Itu Ada Atau Tak Ada?

Posted by Badru Tamam Mifka pada 29 Juni 2008

Di suatu malam, saya terbelah menjadi tiga. Dua orang yang keluar dari tubuh saya dan berdiri di hadapan saya. Mereka mirip dengan saya. Kejadian itu menyadarkan saya satu hal: jadilah orang lain, maka kamu akan menemukan ragam penilaian yang penuh kebenaran tentang diri. Maka bersitataplah kami bertiga…

Siapapun yang mengalami hal seperti itu pasti akan merasa asing pada diri sendiri. Ternyata diri kita selama ini begitu luput untuk dimengerti dan diakrabi oleh diri sendiri, seperti halnya dengan nama kita yang jarang disebut oleh mulut kita sendiri. Pernahkah bercermin? Bukankah penilaian pada diri hadir di saat kita menemukan diri kita mata kita sendiri? Kita ternyata lebih mudah menemukan penilaian baik dan buruk terhadap orang lain ketimbang pada diri sendiri. Itu karena kita sudah kadung menganggap baik dan buruk segalanya selalu diukur dari sesuatu yang berjarak dari diri kita. Maka sesering apakah kita menilai diri, mencaci diri, memberi kritik pada diri?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Dialog Imajiner | Dengan kaitkata: , , | 7 Komentar »

Disconnect

Posted by Badru Tamam Mifka pada 8 Juni 2008

Betapa serius aku berdoa. Tengah malam lewat. Melawan kantuk, juga dingin dan sepi. Betapa panjang doa ini, sampai akhirnya suara Tuhan menyapaku…
“Tumben berdoa, Bung,” godanya. Aku cuma mesem. Salah tingkah.
“Ah, tapi kamu gak jauh beda sama hamba-hambaKu yang lain, mau deket aku kalau ada maunya. Kalau gak butuh mah, boro-boro ingat…” ucapan Tuhan mulai bernada sinis. Grrghh, suara jibril menggeram, menatapku tajam.
“Bukan begitu, Tuhanku, kemarin-kemarin aku banyak banget… pekerjaan…”dalihku gugup.
“Maksudmu, kemarin-kemarin bisnis kamu lagi bagus, sekarang lagi mampus?! kemarin-kemarin kamu lagi seneng, sekarang lagi puyeng?!” Tuhan mulai meninggikan suaranya beberapa oktaf. Grrghh, geram Jibril terdengar lagi. Aku makin resah. Seorang kekasih bisa saja aku kibuli. Tapi Tuhan? Ah…
Suasana hening sejenak.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Dialog Imajiner | Dengan kaitkata: , , | 8 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.