mifka weblog

[Ruang Belajar dan Berbagi]

Arsip untuk ‘Ω Puisi Indonesia’ Kategori

Puisi: Kasidah Cinta

Posted by Badru Tamam Mifka pada 14 Oktober 2011

Rekah malam yang tumbuh masih meruncingkan batinku yang dingin
Memunguti hikmah dari setapak isyarat menuju surau-surau ketabahan
Kau menjelma tangan-tangan gaib yang menutup pintu-pintu keluh kesah
Mengalirkan arus cahaya yang merunduk di reranting keheninganku
Menyimpan ziarah doa-doaku pada garis-garis panjang kepedihan

Lentik jarimu yang mempermainkan senja, masih saja menguji tafakurku
Bertahun melupakanmu dan kau tak henti menyimpan kejernihan hatimu
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: , | 12 Komentar »

Puisi-Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW

Posted by Badru Tamam Mifka pada 14 Februari 2011

Kedua ponakan saya, yang masih sekolah SD,  minta dibuatkan puisi buat acara Maulid Nabi yang akan dilaksanakan hari besok. Saking mepet dan ngantuknya, jadi weh puisi-puisinya ndak diberi judul hehe…

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: , , , , | 158 Komentar »

Tafakur

Posted by Badru Tamam Mifka pada 22 Maret 2010

Di tanah yang akan punah ini usia kita tumbuh dan rubuh
Ia seperti daun-daun hari yang memutih disembelih matahari
Rumah bagi riwayat kita bangun di atas sepetak keluh kesah
Menabung mimpi yang sepi di tahun-tahun yang tenggelam
Membenahi rencana di lembaran-lembaran musim yang fana

Di sinilah di taman purba dunia dahaga iman mengendapkan jelaga
Tafakur kita tersungkur dalam legam sunyi dan misteri
Merangkak di setapak puisi memunguti remah-remah cahaya
Hayatilah nyala kegelisahan yang tak pernah selesai ini
Dengan cinta kita pertautkan temali mimpi pada tiang-tiang zaman Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: , | 6 Komentar »

Hadirlah di Rumah Hati Kami

Posted by Badru Tamam Mifka pada 18 Februari 2010

Hidup ini adalah selembar puisi yang sunyi
kata-katanya bergulir dalam tafsir dan takdir
basah oleh gerimis air mata dan cinta
mengering dalam kepungan seribu musim
dan kesepian, ya Rahman ya Rahiim…

Betapa jiwa kecewa memungut rencana, ya Khabiir,
usia yang dahaga di dera berjuta rahasia
Gelisah, iman yang terbaring lelah
diantara ranum tabah dan amarah
Hanya Engkau, hanya Engkaulah muara risauku Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: , , | 10 Komentar »

Puisi Ketika Hujan, Tentang Kegelisahan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 15 Februari 2010

Hari ini, aku menemukan wajahmu diantara ribuan garis hujan.
Suara gerimis terdengar miris menabuh bumi yang makin memburuk ini.
Ah, cinta kita, kelak akan makin sempit menikmati wajah dunia,
jarak kita akan semakin dingin dan menganga dalam kata-kata…

Dengarlah,  lihatlah, usia alam telah memendam dendam pada manusia
Air sungai yang kotor meluap ke rumah-rumah, mengendap dalam tidur kita,
dan pohon-pohon tumbang menghadang jalan, ribuan tumbuhan rusak
Sampah-sampah pamplet iklan dan politik menutupi lubang-lubang selokan dan pikiran kita
Pabrik tak henti mengalirkan gelombang limbah pada hati kita
Bumi sudah sakit, langit sudah terasa pahit di lidah harapan kita Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: , | 11 Komentar »

Puisi Cinta dan Mata Hati

Posted by Badru Tamam Mifka pada 28 Januari 2010

Berjanjilah padaku, kau akan merindukanku seharum hujan dalam puisi
Jarak kita, sayang, riak cinta membayang dalam doa dan kalam
Masih aku dzikirkan rindu ini, lirih ketika jiwa hampir berdebu dan membatu

Lihatlah kerling langit yang hening, derit kata melunta dalam cuaca
Kita mengecil dalam rahasia, usia menggigil dalam bahasa
Hidup adalah deru yang menyimpan seribu jalan menikung.
Di sanalah, kau dan aku, bersahutan tanpa sentuhan dan perjumpaan
Kita hanya hadir dalam gulir ingatan yang deras pada
napas hujan dan hempas bayangan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: | 9 Komentar »

Puisi dalam Renungan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 24 Januari 2010

Kutulis cintaku dalam puisi ini
agar kelak ia tetap hidup sebagai
kenangan yang tak akan hilang dalam
kerapuhan usia dan bisikan

Puisi adalah anak-anak kita
Mereka tak hanya akan
menghibur kita dalam kata-kata,
ia juga akan menahan kita
dari kebencian hati dan
kemarahan pikiran
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | 4 Komentar »

Doa Bulan Desember

Posted by Badru Tamam Mifka pada 5 Desember 2009

Buat Mien Ardiwinata

Harum shubuh seusai terpejam, Mam,
menyisakan cintamu yang disimpan dengan
kesabaran yang terbaik dari cawan kehidupan.
Seperti rahimmu yang dulu demikian tabah menumbuhkan anak-anak
yang kini mengirim takzim di setiap warna musim.

Inilah yang tersisa, inilah yang berharga,
mengolah hidup dan mensyukuri hari-hari
dengan cinta yang merunduk di atas sajadah
yang merawat aroma isyarat tentang
harapan dan jiwa yang kuat.

Inilah doa bagi Bunda, kelak mengekal tanpa jeda.
Karena usia ini, seperti taman cinta dan cita-cita yang tak pernah sepi,
menumbuhkan dzikir bunga-bunga pada warna langit
yang tetap merahasia dalam kata-kata,
menumbuhkan kesetiaan dan kasih sayang
yang tak tak pernah hilang dalam hati seorang ibu.

Cinta yang ditanam bertahun-tahun dengan air mata,
ternyata tak pernah berakhir sia-sia.
Ia menjadi doa, puisi, dan seribu pelukan para kekasih
yang bisa menghapus kesedihan dan keletihan
sepanjang senja ini. Maka tersenyumlah, Mam,
seperti ranum doa pada kesunyian ibadah
Dan berbahagialah seperti harum cinta
dalam kerinduan yang tak pernah lelah

Harum shubuh seusai terpejam, Mam,
menerjemahkan cintamu yang tak pernah habis,
seperti sentuhan garis-garis gerimis pada wajah bumi…
Yang tak pernah henti,
seperti sentuhan matahari pada wajah bumi…

Ciromed, 05 September 2009 08:47

Selamat ulang tahun, Mam, tetap sehat dan bahagia….

 

Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.