mifka weblog

Blog Pribadi Badru Tamam Mifka

Arsip untuk ‘Ω Soal Bahasa’ Kategori

Awas Kalimat Rancu!

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 2 September 2008

Kawan saya menulis opini berjudul:
DEMONSTRASI MAHASISWA DAN SBY-JK
“Anu Pak, ini tulisan tentang demonstrasi mahasiswa dan kontroversi kebijakan SBY-JK…” ucap kawan saya pelan. Tapi Kata dosen, ini judul yang rancu. Jadi yang berdemonstrasi itu mahasiswa dan SBY-JK? Lalu siapa yang jadi objek demonstrasi jika SBY-JK ikut demonstrasi?
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Soal Bahasa | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Keluar dan Ke Luar

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 2 September 2008

Apa kita bisa dengan cepat membedakan kedua kata di atas? Wah, cukup lama saya tertipu oleh kedua kata itu. Bayangkan saja, jika kita menulis dengan kedua kata itu tanpa peduli pada perbedaannya, bisa kacau jadinya. (Hiks, apalagi yang baca ahli bahasa….) Ya, bertahun-tahun saya tak peduli pada perbedaaannya, sampai akhirnya seseorang menegur saya. Lantas, apa perbedaannya?
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Soal Bahasa | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Di Atas, dan Dipukul

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 2 September 2008

Seringkali seseorang menegur saya karena masih saja tak becus memosisikan “di” dalam beberapa tulisan. Unsur di sebagai kata depan atau preposisi yang menunjukkan tempat (di mana, di atas, dlsb.) haruslah dibedakan dengan di- sebagai awalan yang selalu harus dituliskan serangkai dengan kata yang di belakangnya, seperti kata ditendang, dipukul dlsb.

Contoh:
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Soal Bahasa | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Tegar=Teguh?

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 26 Agustus 2008

Dulu, ada lagu yang sangat popular dinyanyikan artis bersuara bagus bernama Rosa. Lagu itu berjudul: Tegar. Lagu yang disukai banyak orang. Bahkan, judul lagu itu seringkali jadi kata popular di masyarakat untuk menyebut keadaan seseorang yang teguh, sabar, pantang menyerah dan semacamnya.

“Meskipun banyak dihina, dia tetap tegar.”

Atau “Dia tetap tegar meski sang suami meninggalkannya selama setahun.”

“Walaupun Asep sudah sebelas kali di tolak cinta oleh Wulan, tapi dia tetap tegar.”

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Soal Bahasa | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Obat Teh Manjur

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 26 Agustus 2008

—untuk teman-teman urang Sunda

Saya sebagai orang Sunda, masih banyak salah dalam berbahasa, masih miskin kosa kata. Seperti halnya saya sebagai orang Indonesia secara umum, masih sangat jauh menguasai kekayaan bahasa bangsa sendiri. Saya tak rajin membaca kamus. Dalam keseharian di lembur, misalnya, saya seringkali memakai kata “manjur” untuk obat yang benar-benar menyembuhkan.

“Kuring ayeuna mah cageur, obat teh gening manjur pisan.”

“Saya sekarang sembuh, obat ini ternyata sangat manjur

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Soal Bahasa | Bertanda: , , , | Leave a Comment »