mifka weblog

[Ruang Belajar dan Berbagi]

Arsip untuk ‘Ω Surat-surat’ Kategori

Surat Kecil Tentang Ilmu Pengetahuan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 23 Maret 2010

Ilmu pengetahuan akan membuka jendela mata dan pikiran kita terhadap dunia. Seperti cinta, ilmu pengetahuan adalah hadiah Tuhan bagi manusia. Ia hakikat dalam diri yang mesti diolah; menghidupkan sepenuh pancaindra dan akal; menyusun hikmah dari seribu pengalaman dan mimpi manusia; membuka selebar-lebarnya jendela hati, membiarkan cahaya meraba rasa. Hayatilah juga anugerah yang mengalir tiba-tiba bagi manusia yang berpikir. Galilah inti kehidupan, cermin dunia yang kita hadapi dan berjuta manusia yang bertukar kata dan makna. Kita himpun semesta yang berserak, menyusuri akar-akar hakikat dan jejaring pengetahuan yang tak terpisahkan. Kita berjalan menempuh cara yang berbeda dan kembali berkumpul menerima kebenaran yang sama. Kita buka logika untuk dunia, dan kita pahami diri dengan intuisi—tak terpisahkan, saling memberi dan berbagi isyarat makna untuk menumbuhkan fungsi ilmu pengetahuan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , | 2 Komentar »

Prosa Senja, Surat Halaman 94

Posted by Badru Tamam Mifka pada 5 Oktober 2009

Aku menulis surat ini untukmu, seperti tak pernah bisa bersabar  dalam mencintaimu. Tapi inilah cinta, bertahun kata tak juga reda, mendera kita kembali serekah matsnawi dalam gairah rumi. Lalu hilanglah jarak ketika kelak warna kembali pada senja, sebelum kita terpaku untuk rindu yang memilih tak berhenti menganga dalam seribu puisi dan doa. Betapa dahaga jarak ini, sayang, ketika kita masih saja begitu jauh saling betukar mimpi dan keluh kesah, saling memangkas kecemasan atas takdir tentang manusia yang dilahirkan hanya menjadi semacam reranting usia yang gemetar menahan getar cuaca sebelum akhirnya binasa—dan, dengan kecemasan yang sama, kau terus membujukku untuk tak mempercayainya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | 1 Komentar »

Teror dan Rasa Takut: Surat buat Sukron Abdilah

Posted by Badru Tamam Mifka pada 16 Agustus 2009

teror dan rasa takutMembaca tulisanmu: “Amankah Indonesia dari Teror?” membuat saya berpikir tentang rasa takut yang berkembang biak dan hadir begitu dekat dengan keseharian kita. Ya, barangkali kata yang banyak disebut masyarakat hari ini selain kata “uang” adalah: “teroris”. Mereka, teroris, akan dengan tiba-tiba menjalankan aksi teror kapan saja, mempertebal rasa takut kita. Ketika masyarakat bicara teroris hari ini, mereka pasti akan bicara tentang ledakan gedung dan suara bom. Tapi ternyata teror tak hanya tumbuh buas lewat bom, ia bisa terjadi di manapun, dalam bentuk apapun.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | 1 Komentar »

Surat Lima Belas April

Posted by Badru Tamam Mifka pada 15 April 2008

Hijrah Menuju Kesunyian
–Untuk Al

Al, kutulis surat ini hanya karena aku sudah tak mampu lagi menyimpannya dalam halaman-halaman perasaanku ini. Tentang kenyataan hidup kita, Al. Tentang ikatan napas kita bersama orang-orang tercinta yang terasa begitu kecil dalam pusaran raksasa kemewahan dunia ini.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Resensi Buku

Posted by Badru Tamam Mifka pada 28 Maret 2008

Surat Pertama

Buku: Sepiring Makanan!
Anggap saja buku yang akan kamu baca seperti
sepiring makanan yang menarik selera
Hingga kamu tak tahan ingin melahapnya
dan menceritakan rasanya
pada orang lain…

Kawanku yang baik.
Tiga hari yang lalu kamu memberiku sebuah buku tebal. Memang sih gak setebal The Origin of Species-nya Darwin atau buku penelitian Clifford Gertz tentang sistem kepercayaan masyarakat Jawa. Gak juga setipis Tukang Kebun-nya Rabindranath Tagore atau buku novel Seorang Gadis Memukul Pelipis karyaku.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Surat Pernyataan Untuk LPIK

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Januari 2007

SURAT PERNYATAAN

Yang Terhormat,

Keluarga Besar LPIK

di

Saung Kajian

Bissmillahirrahmanirrahim

Salam sejahtera.

Sehubungan dengan Surat Kesediaan Menjadi Pengurus No: 01/B/LPIK/Desember/2006 yang saya terima dan sepakati beberapa bulan yang lalu serta jalannya separuh kepengurusan LPIK periode 2006-2007 yang mencantumkan nama saya menjadi bagian kepengurusan, maka yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Badru Tamam Mifka

Tempat/Tgl Lahir : Tasikmalaya, 15 April 1983

Jur/Fak : KPI/ Dakwah

Jabatan : Ketua Divisi Pers

Alamat : Nomaden

Menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus LPIK periode 2006-2007 sekaligus melepas identitas keanggotan LPIK, dengan beberapa alasan yang sedikit ingin saya uraikan sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Surat Kecil Buat Kawan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Oktober 2006

Kawanku,

Aku khawatir kita terlalu jauh menapaki keluh demi keluh. Aku khawatir muram kita membatu, membeku dan kian kelu. Menyadari hal itu aku bergegas menulis beberapa puisi tentang cinta, tentang lelucon, optimisme, gerai tawa, dan harapan-harapan yang gagah. Tetapi, lagi-lagi, aku sering lupa meletakkan apapun. Mungkin puisi-puisi itu jatuh di jalanan atau entahlah. Aku mencari kemana-mana, tak juga kutemukan; padahal malam larut demikian kental. Demikian bengal.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Surat Untuk Perempuan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 13 September 2006

Kawanku, aku tak benar-benar merasa sembuh sejauh shubuh ini. Penyakit yang belakangan menempatiku memang acapkali tak punya banyak sebutan dalam bahasa—ia kerap muncul serentak setiapkali aku ingin banyak menulis, sekedar menyalakan rokok, menatap dan membaca buku-buku, menjalani keseharian yang gelepar dan hingar…

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.