||
home

Latest Post

Kasidah Cinta

Rekah malam yang tumbuh masih meruncingkan batinku yang dingin
Memunguti hikmah dari setapak isyarat menuju surau-surau ketabahan
Kau menjelma tangan-tangan gaib yang menutup pintu-pintu keluh kesah
Mengalirkan arus cahaya yang merunduk di reranting keheninganku
Menyimpan ziarah doa-doaku pada garis-garis panjang kepedihan

Lentik jarimu yang mempermainkan senja, masih saja menguji tafakurku
Bertahun melupakanmu dan kau tak henti menyimpan kejernihan hatimu

Lalu aku dzikirkan sunyi pada lembaran langitmu yang maha sepi
Senja menyusun rindu yang menyala dalam rakaat kesendirianku
Hujan masih kau susun dan aroma bismillah merambah akar imanku
Kau uraikan rambut hitammu pada sudut-sudut mata hatiku yang letih
Sebelum akhirnya kesedihan perlahan memudar dalam sujud kesadaranku

Lentik bulu matamu yang memilah musim, masih saja menguji ibadahku
Bertahun meninggalkanmu dan kau tak henti menunggu kejernihan imanku

Sumedang, 15 April 2011

 

Statistik Blog

  • 6,417,482 hit