Cerpen gagal Badru Tamam Mifka
(monolog lelaki patah hati)
Aku bertemu kamu beberapa tahun yang lalu.
Ketika daun-daun terlepas, yang tak lama tumbuh lekas.
Lantas siapa yang mampu menolak jatuh cinta?
Betapa kenangan yang sulit aku hapuskan.
Kelak senja menyahut, dan musim-musim saling bertaut.
Tapi kenapa akhirnya usia cinta kita akhirnya binasa.
Hari ini, mantan kekasihku menikah dengan kawanku (menghela napas). Ah, itu benar-benar amat buruk dibanding ia menikah dengan kakakku. Coba lihat, kartu undangan pernikahan mereka berwarna hitam, sehitam hatiku saat menerimanya; kenapa tidak berwarna putih, kuning atau biru laut?! (marah). Ini malah hitam, seperti semacam darah kambing yang lama mengendap-menebal dan mengering jadi hitam (geram). Hm, tapi apa artinya sebuah warna? (termangu). Baca entri selengkapnya »


