mifka weblog

[ Belajar dan Berbagi ]

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘kematian’

Memperingati Hari (Kematian) Ibu

Posted by Badru Tamam Mifka pada 22 Desember 2008

Oleh: Badru Tamam Mifka

Ritual Hari Ibu tanggal 22 Desember adalah kado ulang tahun yang sangat istimewa bagi para Ibu. Tapi masihkah istimewa ketika kemudian sang ibu hanya dianggap semacam ”mesin produksi” belaka? Di satu sisi kita rajin memperingati Hari Ibu, tetapi di sisi lain kita hirau dari bertambahnya angka kematian ibu akibat melahirkan. Kita tak peduli, betapa banyak Ibu di negeri ini tak mendapat hak untuk melanjutkan hidup setelah tugas melahirkan selesai ditunaikan. Sekali melahirkan, sudah itu mati…

Bangsa yang besar ini menuntut kaum perempuan untuk melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, tetapi di sisi lain acapkali lalai memberikan jaminan yang layak bagi proses terciptanya generasi bangsa. Bangsa yang besar ini menuntut kaum ibu untuk memenuhi kewajibannya sebagai tulang punggung negara, tetapi di sisi lain tak memberikan hak-hak para ibu dengan baik. Bangsa yang besar ini rajin menggelar seminar di hotel-hotel berbintang dengan biaya besar tentang kondisi kaum perempuan, tak tanggung-tanggung honor pembicara memakan biaya jutaan rupiah, tetapi pedulikah mereka dengan nasib seorang ibu di sebuah desa yang meninggal karena tak mampu membiayai ongkos kelahiran anak yang hanya sebesar 350.000 rupiah?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Opini | Dengan kaitkata: , , , | 2 Comments »

Kita, Anak Muda Ini

Posted by Badru Tamam Mifka pada 8 Juni 2007

Memang benar, diantara kelahiran dan kematian, selalu ada perumpamaan jejak dan kelak, semacam pelajaran dan pengharapan. Semua yang terjadi akan memberi nasehat yang berarti. Semua yang akan tiba seperti punya hakikat kejadian yang sama. Jika pelaran masa lalu itu tak dijadikan bekal, kita benar-benar akan menyesal.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Aktivis Itu Mati

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Maret 2007

Cerpen Badru Tamam Mifka

Setelah dua puluh satu hari menghilang,
Magdalena ditemukan mati mengambang di sungai.
Mayatnya tersangkut di akar yang menjorok ke arus sungai.
Baunya menyengat mengundang lalat.
Perutnya kembung terisi penuh air,
kening perempuan itu memar dan tengkoraknya retak,
seperti dipukul benda tumpul—sangat keras.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Cemburu

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Maret 2007

Cerpen Badru Tamam Mifka

[1]
Saya punya cerita sepele, tentang kejadian sepele—setidaknya buat perempuan muda bernama Diana. Diana Lana. Saya berkenalan dengannya disebuah bis yang melaju lambat tepat ketika pesawat Garuda GA 200 terbakar di bandara Adi Soecipto Yogyakarta. Saya bersumpah berani kaya raya, ia berwajah bagus dan benar-benar mengingatkan saya pada Alexis Bledel, aktris dalam film serial Gilmore Girls. Agak mirip. Wajah yang sepertinya dilulur parutan kunyit dan rambut yang ketergantungan pada lidah buaya plus air wortel.
Ia bekerja disebuah toko pakaian anak di pinggiran kota Bandung. Jam 7:30 ia berangkat dan satu jam menjelang maghrib pulang ke rumah, melayani bapaknya yang sakit-sakitan seolah menjadi isteri pengganti baginya. Maklum, dua bulan lalu ibunya wafat.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Hantu Itu Bernama Hutang

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Maret 2007

Cerpen Badru Tamam Mifka

Saya adalah warga Negara Indonesia yang latah. Betapa tidak, saat negara ini tengah dirundung hutang, saya—sebagai warganya—ikut juga sibuk terjerat hutang pada si Bandar jengkol. Dan setiap suara ketukan sang penagih hutang terdengar di pintu depan rumah saya, saya seperti mendengar erang hantu ditengah malam jum`at yang mengerikan. Bayangkan saja, tiga hari lagi saya harus menyiapkan uang satu juta dua ratus rupiah. Padahal saya tak punya duit sedikitpun. Betapa kenyataan ini seperti dera siksa kubur. Saya sangat-sangat tersiksa.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Wahn

Posted by Badru Tamam Mifka pada 16 Januari 2007

Memang buruk orang yang terlalu cinta dunia. Betapa takut ia mendengar tentang kematian.

Hari ini, juga beberapa hari ke depan, kita acapkali punya jadwal yang padat mempertaruhkan apa saja untuk keinginan-keinginan kita akan kepuasan dunia. Disana tiba-tiba kita jadi begitu sombong, serakah dan jadi demikian pemarah.

Disana tiba-tiba kita takut kehilangan dunia…

 

2007

Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Surat Untuk Perempuan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 13 September 2006

Kawanku, aku tak benar-benar merasa sembuh sejauh shubuh ini. Penyakit yang belakangan menempatiku memang acapkali tak punya banyak sebutan dalam bahasa—ia kerap muncul serentak setiapkali aku ingin banyak menulis, sekedar menyalakan rokok, menatap dan membaca buku-buku, menjalani keseharian yang gelepar dan hingar…

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Detik-detik Kematian

Posted by Badru Tamam Mifka pada 8 November 2002

Ditulis dalam Ω Photo | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.