mifka weblog

[ Belajar dan Berbagi ]

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘perempuan’

10 Profesi Idaman Kaum Perempuan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 23 April 2008

Oleh: Badru Tamam Mifka*

Pukul 22:15. Malam itu, saya belum tidur. Ketty, kucing saya, tengah asyik nonton tv. Di Metro TV ada program menarik: Metro 10. Malam itu (21/4) Metro 10 membahas tentang profesi-profesi yang paling diidamkan oleh perempuan dewasa ini. Saya ngorejat. Meskipun saya laki-laki, tapi saya ingin tau, apa sih profesi hari ini yang sangat diidamkan kaum perempuan? Jika kamu tertarik, bacalah baik-baik kesepuluh profesi yang diidamkan kaum perempuan di bawah ini…
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Opini | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Perempuan dan Politik

Posted by Badru Tamam Mifka pada 7 November 2007

101_4843

Dunia politik sesungguhnya identik dengan dunia kepemimpinan. Saat berada dalam posisi sebagai pemimpin, perempuan mengalami lebih banyak hambatan ketimbang laki-laki. Mengapa? Karena perempuan harus selalu membuktikan bahwa dirinya memang pantas dan bias diandalkan. Mari simak penuturan wal kota perempuan pertama di San Fransisco: “Aku kerap dikritik atas beberapa komentar yang agak menyinggung perasaan dan selanjutnya meledak menjadi pergunjingan publik, tidak seperti laki-laki dalam posisi yang sama, yang pernyataannya seringkali berlalu tanpa tantangan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Jendela Buku | Dengan kaitkata: , , , , , , | 1 Comment »

Ia Ingin Anaknya

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Oktober 2007

Perempuan muda itu bernama Ida. Ia tinggal di sebuah kampung di pinggiran kota Bandung. Orang-orang di kampung tahu tentang Ida. Mereka sebut Ida orang gila, barangkali tak lebih. Menurut cerita tetangga, ia berkali-kali gagal berumah tangga. Ia stress. Anggapan Ida gila mulai muncul sejak rumah tangga Ida dengan suami ketiganya berantakan. Rumah tangga yang tak menyenangkan. Banyak pertengkaran. Kasar. Seringkali Ida dikurung suaminya di kamar terkunci. Ida menangis, berkali-kali menanyakan anaknya, lalu menjerit dan mencakar-cakar apa saja, melemparkan barang apa saja. Ida makan, buang hajat, kencing dan tidur di ruangan yang sama. Ia diperlakukan seperti hewan. Tapi ia terus menanyakan anaknya. Padahal Ida tahu, anaknya tak pernah kembali lagi, mungkin selamanya…
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tak Berkategori | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Poligami: Politik Gairah Suami

Posted by Badru Tamam Mifka pada 10 Januari 2007

Oleh: Badru Tamam Mifka

TAHUN 2006 yang lalu, kita kembali dikejutkan dengan jebolnya “tanggul” perdebatan yang lebih massif tentang poligami. Gegap-gempita perdebatan yang melelahkan itu hadir ketika seorang dai kondang mempraktikkan jenis pernikahan tersebut. Tak ayal, bak kisruh soal smackdown, poligami pun jadi pembicaraan hangat yang dikonsumsi banyak media dan kalangan masyarakat luas dari mulai anak-anak, ABG sampai orang tua. Tentu saja, tanggapan masyarakat terhadap tokoh publik itu jadi ragam, ada banyak umat yang sepakat, tak kalah banyak juga umat yang melaknat. Bagi yang melaknat—kebanyakan aktivis perempuan—praktik poligami yang selama ini diminati banyak laki-laki berpotensi besar melukai dan melecehkan kaum perempuan. Lebih tegas mereka menganggap bahwa poligami akhirnya merupakan salah-satu bentuk kekerasan terhadap perempuan. Mengutip Deklarasi Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan pasal 11, menyebutkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah setiap perbuatan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat—atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan baik secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman perbuatan-perbuatan tertentu, dan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang terjadi di depan umum maupun dalam kehidupan pribadi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Opini | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Surat Untuk Perempuan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 13 September 2006

Kawanku, aku tak benar-benar merasa sembuh sejauh shubuh ini. Penyakit yang belakangan menempatiku memang acapkali tak punya banyak sebutan dalam bahasa—ia kerap muncul serentak setiapkali aku ingin banyak menulis, sekedar menyalakan rokok, menatap dan membaca buku-buku, menjalani keseharian yang gelepar dan hingar…

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Surat-surat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Delapan Maret

Posted by Badru Tamam Mifka pada 8 Maret 2006

Esei Badru Tamam Mifka

1]

Saya disodorkan 8 Maret. Saya benar-benar masygul ketika tahu bahwa tanggal yang saya lingkari di kalender sebagai angka janji bertemu dengan seseorang ini ternyata dirayakan sebagai hari besar bagi perempuan di seluruh dunia. Ada yang menghentak ingatan saya, tetapi tak terlalu keras; sebab saya pikir, saya kurang optimis pada kebanyakan orang disini yang dapat mafhum tentang 8 Maret. Ia memang seperti angka 17 di bulan Agustus bagi Indonesia; 22 Desember bagi ibuku atau mungkin 27 Juni bagi calon isterimu. Ia hanya angka yang barangkali dapat dimaknai berbeda oleh seseorang yang diputuskan hubungan oleh seorang pacar ditanggal 8 Maret, misalnya.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Opini | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Tragedi, Feminisme dan Spirit Pembebasan

Posted by Badru Tamam Mifka pada 15 Januari 2006

Opini Badru Tamam Mifka

Abad feminisme lahir.
Ia hadir menjadi sebuah interupsi terhadap pongahnya ideologi phallus dan
banalitas sistem patriarkal sebagai anak haram peradaban. Gerakan kaum perempuan telah menggeliat
dalam gairah sang penggugat sekaligus “kaum murtad” terhadap
ritualitas candu masokism dan otoritarianisme relasi gender yang seksis.
Thus, feminisme mencibir artikulasi “hukuman” stigma sub-human, dehumanisasi, dan karatnya
tafsir “romantik” paling nyeri: spesies hawa adalah pewaris dosa dan dianggap layak menerima
adagium sinis sebuah alegori tulang rusuk yang patah—sekerat “lelaki” yang tak lengkap.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Opini | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Ziarah Sebutir Peluru

Posted by Badru Tamam Mifka pada 26 Desember 2005

Cerpen Badru Tamam Mifka

Dua ratus dua puluh tujuh hari kemudian, setelah sebutir peluru menembus dada kiriku, kota ini menjadi maha sepi. Seorang perempuan menjadi saksi hidup; namun ia hilang sebelum orang-orang di kota ini mengalami perubahan wujud: jadi hewan, jadi batu, jadi pisau dapur yang berkarat.

Di persimpangan jalan ini, aku dapat setia menunggu seseorang yang telah menjadi saksi sebuah peristiwa Mei yang lalu: sebutir peluru disarangkan waktu di dada kiriku. Kulihat dedaun kering berguguran di depanku. Lengang yang panjang, sesekali ia pecah; sebab ribuan hewan, gemeretuk batu-batu dan kelebat pisau dapur terdengar menjerit di dinding, di sudut-sudut tempat, bersilang lalu hilang kembali; remang.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.