Betapa serius aku berdoa. Tengah malam lewat. Melawan kantuk, juga dingin dan sepi. Betapa panjang doa ini, sampai akhirnya suara Tuhan menyapaku…
“Tumben berdoa, Bung,” godanya. Aku cuma mesem. Salah tingkah.
“Ah, tapi kamu gak jauh beda sama hamba-hambaKu yang lain, mau deket aku kalau ada maunya. Kalau gak butuh mah, boro-boro ingat…” ucapan Tuhan mulai bernada sinis. Grrghh, suara jibril menggeram, menatapku tajam.
“Bukan begitu, Tuhanku, kemarin-kemarin aku banyak banget… pekerjaan…”dalihku gugup.
“Maksudmu, kemarin-kemarin bisnis kamu lagi bagus, sekarang lagi mampus?! kemarin-kemarin kamu lagi seneng, sekarang lagi puyeng?!” Tuhan mulai meninggikan suaranya beberapa oktaf. Grrghh, geram Jibril terdengar lagi. Aku makin resah. Seorang kekasih bisa saja aku kibuli. Tapi Tuhan? Ah…
Suasana hening sejenak.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Tuhan’
Disconnect
Posted by Badru Tamam Mifka pada 8 Juni 2008
Ditulis dalam Ω Dialog Imajiner | Dengan kaitkata: Dialog Imajiner, doa, Tuhan | 8 Komentar »
Misteri dan Ketakjuban
Posted by Badru Tamam Mifka pada 6 November 2005
Tuhan tak akan pernah mati, tak akan pernah berhenti selama manusia masih cemas dan gelisah dengan keberadaannya…
Rasa cemas oleh ketakjuban pada rasa bahagia, kerinduan dan semesta. Rasa gelisah pada kenikmatan dan ketidaksementaraan.
Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Dengan kaitkata: Ω Catatan Harian, Tuhan | 1 Komentar »