mifka weblog

Sekedar Catatan

  • Lazada Indonesia

    belanja online aman

Catatan: Ketika Anak Pengen Pipis

Posted by Badru Tamam Mifka pada 8 Mei 2015

cucuSemua orang tua di jagat raya ini tentu akan bangga dan senang jika punya anak 2 tahunan yang sudah pandai bernyanyi, sudah pintar panggil ayah-ibu mama-papa, berhitung dari 1-5, sudah bisa sedikit-sedikit makan sendiri dan sudah bisa tidur sendiri lebih awal di malam jumat. Apa-apa sudah bisa bilang, tidak lagi hanya menggunakan bahasa nonverbal dan tangisan. Berbeda kalau belum bisa ngomong, merasa sakit atau punya keinginan atau lagi kesal atau ngantuk, bahasanya pasti menangis, cakar, jungkir-balik, pukul, nendang dsb. Histeris tidak jelas, orang tua jadi serba salah apa maunya anak.

Memang, kondisi tersebut masih saja terjadi meski anak sudah bisa ngomong. Paling tidak, si anak sudah bisa ngomong, orang tua sudah mendengar dan paham apa yang diinginkan anak. Orang tua jadi tahu—meski si anak sambil menangis—bahwa si buah hati pengen makan, pengen tidur, pengen minum, pengen pipis, dsb. Maka, membiasakan anak bicara banyak hal akan sangat memudahkan dan menyenangkan! Baca entri selengkapnya »

Posted in Ω Catatan Harian | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Puisi: Kasidah Cinta

Posted by Badru Tamam Mifka pada 6 Juli 2014

sunyiMenulis puisi tentang cinta memang menakjubkan. Cinta, pada akhirnya, selalu ingin menegaskan warnanya diantara ragam suasana hati, kegelisahan, harapan dan kerinduan. Dalam puisi, sehebat apapun kerinduan dan kegelisahan cinta manusia terhadap sesama dan Tuhan-Nya, selalu menemukan tempatnya yang ramai dan leluasa dalam tafsir dan makna. Meskipun toh pada akhirnya, kegelisahan manusia–seperti halnya kerinduan–selalu tak pernah usai, selalu tak kunjung selesai, dan kemudian puisi mengabadikannya menjadi lembaran makna yang selalu mengalir, meriak, bergelombang dalam bermilyar tafsir dan pengalaman pembacanya.

Dalam puisi, manusia selalu menegaskan kesadarannya dengan cara yang terbaik. Manusia sadar bahwa ia tidak sempurna, maka ia mesti mengenali potensi untuk memperbaikinya. Manusia selalu bergerak dalam petak-petak makna. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ω Puisi Indonesia | Dengan kaitkata: , | 15 Comments »

Mudahnya Membuat Template Weblog Dengan Artisteer

Posted by Badru Tamam Mifka pada 7 Maret 2013

artisteerBagi yang sudah mahir bahasa pemograman dan desain untuk membuat website, tentu tidak akan kesulitan merancang template/ theme sendiri untuk membangun tampilan website yang bagus. Tapi bagi yang tidak bisa/ tidak mahir membuat template sendiri, tentu saja–seperti biasa–akan memburu template gratisan di situs-situs penyedia template/ theme gratisan. Tapi tak sedikit orang yang kesulitan mendapatkan template yang sesuai dengan yang ia harapkan. Bingung memilih; atau mencoba mengutak-atik kode template, hasilnya malah berantakan. Akhirnya, waktu dan energi ngeblog jadi habis hanya untuk mendesain tampilan website. Jika sobat adalah salah-satu yang termasuk golongan yang tidak bisa membuat template, tidak puas dengan template gratisan dan malas utak-atik kode template, bisa di coba software template generator bernama Artisteer. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ω Pengetahuan Internet, Ω Pengetahuan Komputer | 4 Comments »

Hara-Kiri Death of A Samurai (2011)

Posted by Badru Tamam Mifka pada 5 Maret 2013

HARA KIRI_A4 poster_smallHara-Kiri Death of A Samurai adalah salah satu film favorit saya. Film ini sudah lama; sudah banyak orang membahasnya, baik alur ceritanya, para pemainnya maupun Takashi Miike sebagai sutradaranya. Tadi malam, saya menonton lagi film ini. Bagi yang belum nonton, silakan beli DVD-nya atau cari di Om Google :D Film ini bercerita seputar balas dendam seorang ayah karena nasib yang diterima anak, cucu dan menantunya yang menderita di bawah kekuasaan yang hipokrit. Saya seperti ikut “ngamuk” :D Nah, yang paling menyentuh hati adalah kisah tentang cinta suami kepada isteri dan anak bayinya yang tumbuh ringkih diantara bayang-bayang kemiskinan, kehormatan dan kematian. Rasa marah, haru dan sedih berbaur sepanjang saya nonton film yang dikemas dengan alur meloncat-loncat ini. Sampai akhir, alur ceritanya tak henti menghasut air mata. Alur cerita dan ending yang tak pernah manis–warna alur hitam dan ending yang sebenarnya kurang saya sukai. Tapi, film ini cukup berhasil membuat saya ngahuleng. Oh kehormatan, oh kebebalan… Oh cinta, oh kemiskinan… Baca entri selengkapnya »

Posted in Ω Catatan Harian | 2 Comments »

Cerpen: Hujan dan Puisi

Posted by Badru Tamam Mifka pada 5 Maret 2013

Hujan dan PuisiKetika dulu mereka masih remaja, Amaya bercerita tentang cantiknya gerimis dalam genggaman tangan para penyair. Tentang derai hujan yang lirih mempertautkan hati dan kerinduan sepasang kekasih yang berjauhan. Tentang deras hujan yang berbisik mesra pada dedaun. Tentang air hujan yang manja terbaring di dasar tanah dan yang lainnya berlari lincah menyusuri sungai, menuju lautan. “Rahim bumi dan laut yang luas akan menyimpan air hujan dengan baik, seperti halnya puisi yang menyimpan keindahannya…” Ucap Amaya.

Amaya masih ingat, ketika masih kecil, ia sangat mencintai hujan. Setiapkali hujan turun, Han, sahabat bermainnya, akan menari gemulai di bawah hujan, lalu membuatkan Amaya perahu kecil dari kertas dan daun-daun. Sementara Amaya hanya tertawa kecil di jendela rumahnya, kemudian meminta Han menyimpan perahunya di arus sungai.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ω Cerita Pendek | Dengan kaitkata: , , | 3 Comments »