mifka weblog

10 Januari 2005

jalan setapak dari tanah air

Filed under: Ω Puisi Indonesia — by Badru Tamam Mifka @ 10:07 pm
Tags:

Puisi Badru Tamam Mifka

–tentang Nirmala Bonat

Jalan stapak dari tanah air itu menepi impian
Di negeri lain, di dalam tas itu, ada aroma jalan
Terbawa diantara tumpukkan baju gadis sembilan belasan
Yang bau parfum murahan, bau tumpahan teh dan noda perih

Entah shubuh keberapa lewat
Barangkali ada mata yang terjaga sealu
Diseputar pejam yang hangat, yang liat

Tetapi kesetiaan itu, Tuan dan Nyonya, mau bertahan
Melayani sisa-sisa luka yang pelan dirobek
Seperti angka-angka di kalender
Sebab kalian meminta, lalu anak-anak kampung
Kelak merayu, tetangga bertamu dan orang tua menunggu
Sepertinya seratus telinga telah
dibuka lebar-lebar—seperti saku baju dan celana—sekedar
dengar kabar.

Entah shubuh keberapa lewat
Alarm berbunyi cepat
Mengumpat mimpi yang tak sempat

Dan ia pulang setelah menemui cara lain
untuk berdandan: mandi air panas dan kulit dada
yang disetrika, dirapikan seperti pakaian majikan

Barangkali tak ada cerita, hanya kesah kekerasan
–hanya kesah anjing yang dirantai dan dihantam
cawan besi, dipukul gantungan baju
Hingga lupa jalan setapak itu, setapak tanah air itu.

Ciromed, 2005

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: