mifka weblog

22 November 2005

Asma` Allah

Filed under: Zero — by Badru Tamam Mifka @ 4:29 am

Asma` Allah mengindikasikan atas sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Asma’ diambil dari sifat. Maka, ia adalah asma` dan sifat, karena sebab itulah ia menjadi indah. Mengetahui Allah I, asma dan sifat-Nya merupakan ilmu yang paling mulia, paling agung dan paling wajib. Di antara asma` Allah adalah:


Allah: yaitu yang dituhankan, yang disembah, dicintai, diagungkan oleh semua makhluk, tunduk bagi-Nya dan kembali kepada-Nya dalam segala kebutuhan.
Ar-Rahman ar-Rahim: Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang; yang rahmat-Nya lebih melebihi luas segala sesuatu.
Al-Malik: Dia Yang Maha Merajai: yang merajai semua makhluk.
Al-Maalik: Dia Yang Maha Memiliki: yang memiliki semua kerajaan, raja-raja
dan hamba.
Al-maliik: Pemilik Kerajaan: yang terlaksana perintah-Nya di dalam
kerajaan-Nya. Di tangan-Nya kerajaan. Dia memberikan kerajaan kepada
orang yang dikehendaki-Nya dan mengambil kerajaan dari orang yang Dia
kehendaki.
Al-Quddus (Yang Maha Suci): yang maha suci dari kekurangan dan cela,
yang diberikan sifat dengan sifat kesempurnaan.
As-Salaam (Yang Memberi Keselamatan, Yang Melimpahkan kesejahteraan,
Yang Terhindar dari segala kekurangan): yang terhindar dari segala cela,
penyakit, dan kekurangan.
Al-Mukmin (Yang Memberi Keamanan): yang makhluk-Nya aman dari
perbuatan zhalim-Nya. Dia menciptakan keamanan dan memberikan
keamanan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.
Al-Muhaimin (Yang Maha Memelihara): Yang menyaksikan atas makhluk-
Nya dengan apa saja yang bersumber dari mereka, tiada suatu pun yang
tidak nampak dari-Nya.
Al-‘Aziz (Yang Maha Perkasa)”: Yang milik-Nya semua keperkasaan. Dia-lah
yang maha perkasa yang tidak ada tandingnya. Yang Maha Perkasa yang
tidak bisa dikalahkan, Yang Maha Kuat lagi keras, yang semua makhluk
tunduk kepada-Nya.
Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa memaksakan semua kehendak-Nya kepada
semua makhluk-Nya): Yang Maha Tinggi di atas makhluk-Nya, yang berkuasa
terhadap mereka menurut yang Dia I kehendaki, yang memiliki alam jagat
raya dan kebesaran yang memaksa hamba-Nya dan memperbaiki kondisi
mereka.
Al-Mutakabbir (Yang Mempunyai segala kebesaran dan keagungan): yang
mempunyai kebesaran dari sifat, maka tidak ada sesuatu yang seumpama-
Nya, yang mempunyai keagungan dari setiap yang buruk dan zalim.
Al-Kabir (Yang Maha Besar): Yang segala sesuatu adalah kecil di bawah-
Nya. Milik-Nya kebesaran di langit dan bumi.
Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta): Yang menciptakan makhluk tanpa ada
contoh sebelumnya.
Al-Khallaaq: Yang telah menciptakan dan terus menciptakan segala sesuatu
dengan kekuasaan-Nya.
Al-Bari` (Yang Mengadakan): Yang mengadakan makhluk, maka Dia
mengadakan mereka dengan kekuasaan, dan membedakan sebagian
makhluk-Nya dari yang lain serta menjadikan mereka bebas.
Al-Mushawwir (Yang Membentuk rupa): Yang memunculkan makhluk-Nya
berdasarkan rupa yang berbeda-beda, berupa panjang dan pendek, besar
dan kecil.
Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi): Yang bermurah hati dengan pemberian
dan nikmat secara terus menurut.
Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rizqi): yang rizqi-Nya meluasi semua
makhluk.
Ar-Raziiq (Yang Memberi Rizqi): Yang menciptakan segala rizqi dan
menyampaikannya kepada makhluk-Nya.
Al-Ghafur al-Ghaffar (Yang Maha pengampun): yang dikenal dengan
pengampunan dan maaf.
Al-Ghafir : Yang menutupi dosa hamba-Nya.
Al-Qaahir (Yang mempunyai kekuasaan tertinggi): Yang maha tinggi, yang
mempunyai kekuasaan tertinggi di atas hamba-hamba-Nya. Yang tunduk
kepada-Nya semua jiwa dan menghinakan diri kepada-Nya orang-orang yang
kuat.
Al-Qahhar (Yang Maha Mengalahkan): Yang mengalahkan semua makhluk
menurut apa yang dikehendaki-Nya. Dia-lah Yang Maha Mengalahkan dan
apa yang selain-Nya dikalahkan.
Al-Fattah (Yang Maha Pemberi Keputusan): Yang memutuskan di antara
hamba-Nya dengan benar dan adil, dan Dia membuka untuk mereka pintupintu
rahmat dan rizqi, Yang Maha Penolong bagi hamba-hamba-Nya yang
beriman, Yang menyendiri mengetahui kunci-kunci yang gaib.
Al-‘Aliim (Yang Maha Mengetahui): Yang tidak ada sesuatu yang samar
atasnya. Yang Maha Mengetahui rahasia dan yang samar, segala yang
nampak dan yang tersembunyi, ucapan dan perbuatan, yang gaib dan nyata,
Dia Maha Mengetahui yang gaib.
Al-Majiid (Yang Maha Mulia/Yang Maha Terpuji): Yang dipuji dengan
perbuatan-Nya. Makhluk-Nya memuji-Nya karena keagungan-Nya. Dia-lah
yang dipuji di atas kemuliaan, keagungan, dan kebaikan-Nya.
Ar-Rabb: Yang Maha Memiliki lagi Mengatur (semua makhluk), Rabb segala
yang memiliki, Yang memiliki segala makhluk, yang mengatur makhluk-Nya
dan mengatur perkara mereka di dunia dan akhirat. Tidak ada ilah (yang
berhak disembah) selain-Nya. Dan tidak ada Rabb selain-Nya.
Al-‘Azhim (Yang Maha Agung): Yang memiliki keagungan dan kebesaran
dalam kerajaan dan kekuasaan-Nya.
Al-Waasi’ (Yang Maha Luas karunia-Nya): Yang rahmat-Nya meluasi segala
sesuatu, rizqi-Nya meluasi semua makhluk, Maha luas keagungan, kerajaan,
dan kekuasaan, Maha luas karuania dan kebaikan.
Al-Karim (Yang Maha Pemurah/Mulia): Yang memiliki kemampuan yang
besar, Yang mempunyai kebaikan yang banyak secara terus menerus. Maha
suci dari kekurangan dan aib.
Al-Akram (Yang Paling Pemurah): Yang meliputi semua dengan pemberian
dan karunia-Nya.
Al-Waduud (Yang Maha Pengasih): Yang mencintai bagi orang yang taat dan
kembali kepada-Nya. Yang memuji mereka. Yang berbuat baik kepada
mereka dan selain mereka.
Al-Muqit (Yang berkuasa memberi rizqi kepada setiap makhluk, Yang
menjaga dan melindungi): Yang menjaga segala sesuatu, Yang mengurus
segala sesuatu, Yang memberikan rizqi kepada semua makhluk.
As-Syakuur (Yang Maha mensyukuri): Yang melipat gandakan segala
kebaikan dan menghapus segala kesalahan.
Asy-Syakir (Yang Mensyukuri amal kebaikan hamba-Nya): Yang mensyukuri
perbuatan taat yang sedikit, lalu Dia memberikan pahala yang besar,
memberikan nikmat yang banyak, ridha terhadap syukur yang sedikit.
Al-Lathiif (Yang Maha Halus, Yang Maha lembut terhadap hamba-Nya):
Yang tidak ada sesuatu yang samar atas-Nya, Yang berbuat kebaikan
kepada hamba-Nya, Yang bersikap lembut kepada mereka dari tempat yang
tidak mereka ketahui, Maha Halus yang tidak dapat dicapai oleh penglihatan
mata.
Al-Halim (Yang Maha penyantun): Yang tidak segera menyiksa hambahamba-
Nya karena perbuatan dosa mereka, bahkan Dia memberikan tempo
agar mereka bertaubat.
Al-Khabiir (Yang Maha Mengenal, Yang Maha Mengetahui): Yang tidak ada
sesuatu yang samar atas-Nya dari urusan makhluk-Nya, dari yang bergerak
dan berdiam diri, berbicara dan membisu, dan yang kecil dan besar.
Al-Hafiizh (Yang Maha Pemelihara): Yang memelihara apa yang telah Dia
ciptakan. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
Al-Haafizh: Yang memelihara amal perbuatan hamba dan menjaga kekasihkekasih-
Nya dari terjatuh di dalam dosa.
Ar-Raqiib (Yang Maha Mengawasi): Yang mengawasi hamba-Nya di dalam
semua kondisi mereka. Yang Maha Memelihara, Yang tidak pernah gaib dari
apa yang dipeliharanya.
As-Samii’ (Yang Maha Mendengar): Yang mendengar semua suara.
Pendengaran-Nya meliputi segala suara. Mendengar sesuatu tidak
mengganggu-Nya dari mendengar yang lain, kendati berbeda lisan, bahasa,
dan kebutuhan. Tidak ada perbedaan di sisi-Nya yang rahasia dan terangterangan,
yang dekat dan yang jauh.
Al-Bashir (Yang Maha Melihat): Yang melihat segala sesuatu. Yang Maha
Mengetahui segala kebutuhan dan perbuatan hamba. Siapa yang berhak
mendapat petunjuk dan siapa yang berhak mendapat kesesatan. Tidak ada
sesuatu yang terlupakan/hilang dari-Nya. Tidak ada sesuatu yang gaib dari-
Nya.
Al-‘Ali, al-A’la, al-Muta’aal (Yang Maha Tinggi, Yang Paling Tinggi) : Yang
memiliki ketinggian dan terangkat. Yang segala sesuatu berada di bawah
kekuasaan-Nya. Dia I Yang Maha Agung, Yang tidak ada yang lebih agung
dari-Nya. Yang Maha Tinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari-Nya. Yang Maha
Besar, tidak ada yang lebih besar dari-Nya.
Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana): Yang meletakkan segala sesuatu pada
tempatnya dengan hikmah dan keadilan-Nya. Yang Maha Bijaksana dalam
perkataan dan perbuatan-Nya.
Al-Hakam al-Hakim: Yang diserahkan hukum kepada-Nya, maka Dia tidak
berbuat aniaya dan tidak berbuat zalim kepada seseorang.
Al-Qayyum (Yang Tegak dan terus menerus mengurus makhluk-Nya): Yang
berdiri dengan diri-Nya sendiri, maka Dia tidak membutuhkan seseorang.
Yang menegakkan/mengurus selain-Nya. Yang tegak mengurus semua
makhluk, tidak pernah mengantuk dan tidak pula tidur.
Al-Wahid, al-Ahad (Yang Satu, Yang Tunggal): Yang menyendiri dengan
segala kesempurnaan, tidak ada seseorang yang menyekutui-Nya padanya.
Al-Hayy (Yang Maha Hidup): Yang Kekal, tidak akan pernah mati dan tidak
pula binasa.
Al-Haasib, al-Hasiib (Yang memberi kecukupan dengan kadar yang tepat):
Yang memberi kecukupan kepada hamba-Nya yang selalu mereka butuhkan
darinya, yang menghisab hamba-Nya.
Asy-Syahid (Yang Maha Menyaksikan): Yang menyaksikan segala sesuatu.
Yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Yang menyaksikan untuk dan atas
hamba-Nya dengan apa yang mereka perbuat.
Al-Qawii, al-Matiin (Yang Maha Kuat, Yang Maha Kokoh): Yang Memiliki
kekuatan sempurna. Tidak ada yang bisa mengalahkan-Nya. Yang lari tidak
bisa lepas dari-Nya. Yang Maha Kuat yang tidak terputus kekuatan-Nya.
Al-Walii (Yang Melindungi): Yang memiliki pengaturan.
Al-Maula: Yang mencintai, menolong, membantu hamba-hamba-Nya yang
beriman.
Al-Hamid (Yang Maha Terpuji): Yang berhak mendapat pujian. Yang dipuji
atas asma` dan sifat-Nya, perbuatan dan ucapan-Nya, kebaikanNya, syari’at
dan kekuasaan-Nya.
As-Shamad (Yang Maha Sempurna, Yang bergantung kepada-Nya segala
sesuatu): Yang mencapai kesempurnaan dalam kepemimpinan-Nya,
keagungan, dan kemurahan-Nya, yang digantungkan kepada-Nya dalam
segala kebutuhan.
Al-Qadiir, al-Qaadir, al-Muqtadir (Yang Maha Kuasa, Yang Maha
Berkuasa): Yang sempurna kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang
melemahkan-Nya. Tidak ada sesuatu yang luput darinya. Yang memiliki
kekuasaan yang sempurna, kekal dan mencakup/meliputi.
Al-Wakiil (Pemelihara, Pelindung): Yang melaksanakan semua urusan
hamba.
Al-Kafiil: Yang memelihara segala sesuatu, Yang tegak di atas semua jiwa,
Yang menjamin rizqi semua hamba, dan memelihara kemashlahatan mereka.
Al-Ghanii (Yang Maha Kaya): Yang Maha Kaya dari makhluk, Dia tidak
membutuhkan seseorang secara absolot.
Al-Haqq, al-Mubiin (Yang Benar): Yang tidak ada keraguan keberadaan-
Nya, Yang tidak samar atas makhluk-Nya.
Al-Mubiin (Yang menjelaskan segala sesuatu menurut hakikat sebenarnya):
Yang menjelaskan kepada makhluk-Nya jalan-jalan keselamatan di dunia dan
akhirat.
An-Nuur (Pemberi Cahaya):Yang menerangi langit dan bumi. Menerangi hati
orang-orang yang beriman dengan mengenal dan beriman kepada-Nya.
Dzul Jalali wal Ikraam (Yang memiliki kebesaran dan karunia): Yang berhak
ditakuti dan dipuji satu-satunya. Yang memiliki keagungan dan kebesaran.
Yang memiliki rahmat dan kebaikan.
Al-Barr (Yang Melimpahkan kebaikan): Yang Maha Penyayang terhadap
hamba-Nya, Yang Mengasihi mereka, Yang Melimpahkan kebaikan kepada
mereka.
At-Tawwab (Yang Maha Penerima taubat): Yang menerima taubat orangorang
yang bertaubat, mengampuni dosa orang-orang yang kembali,
menciptakan taubat dan menerimanya dari hamba-hamba-Nya.
Al-‘Afuww (Yang Maha Pemaaf): Yang maaf-Nya meluasi semua dosa yang
berasal dari hamba-hamba-Nya, terutama bila disertai taubat dan istighfar.
Ar-Rau`uf: Yang memiliki belas kasih. Ar-Ra`fah: kasih sayang yang tertinggi.
Al-Awwaal: Yang telah ada sebelum segala sesuatu.
Al-Akhir: Yang tidak ada sesuatu sesudah-Nya.
Azh-Zhahir: Yang tidak ada sesuatu pun di atas-Nya.
Al-Warits: Yang tetap ada setelah punahnya semua makhluk-Nya. Kepada-
Nya kembali segala sesuatu, Yang hidup tidak pernah mati.
Al-Muhith (Yang meliputi terhadap segala sesuatu): Yang kekuasaan-Nya
mencakup semua makhluk-Nya, mereka tidak pernah mampu melepaskan diri
atau lari dari-Nya. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Menghitung segala
sesuatu.
Al-Qariib (Yang Maha Dekat): dari setiap orang. Yang dekat dari yang berdoa
dan yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan berbagai macam perbuatan
taat dan kebaikan.
Al-Hadi (Yang Maha Pemberi petunjuk): Yang memberi petunjuk kepada
semua makhluk menuju kebaikan mereka. Yang memberi hidayah kepada
hamba-hamba-Nya. Yang menjelaskan kepada mereka jalan yang haq dari
yang batil.
Al-Badii’ (Yang Maha Pencipta): Yang tidak ada yang serupa dan sebanding
bagi-Nya. Yang menciptakan semua makhluk tanpa contoh sebelumnya.
Al-Faathir: Yang menciptakan semua makhluk. Menciptakan langit dan bumi
yang sebelumnya tidak ada.
Al-Kaafi (Yang Melindungi hamba-hamba-Nya): Yang memberi kecukupan
kepada semua hamba-Nya apa yang mereka perlukan dan mereka butuhkan.
Al-Ghalib: Yang mengalahkan selamanya. Yang mengalahkan semua yang
meminta. Tidak ada seseorang yang bisa menolak keputusan-Nya, atau
menghalangi apa yang telah berlalu. Tidak ada yang menolak qadha-Nya.
Tidak ada yang mengkritik hukum-Nya.
An-Naashir, an-Nashir: Yang menolong para rasul dan para pengikut
mereka atas musuh-musuh mereka. Di tangan-Nya pertolongan, tidak ada
sekutu bagi-Nya.
Al-Musta’aan (Yang diminta pertolongan): Yang tidak meminta pertolongan,
bahkan dimohon pertolongan dari-Nya. Kekasih-kekasih dan musuh-musuh-
Nya meminta pertolongan kepada-Nya. Dia I memberi pertolongan kepada
mereka semua.
Dzul Ma’arij: Yang naik kepada-Nya para malaikat dan ar-Ruh (Jibril u), dan
naik kepada-Nya segala amal perbuatan dan ucapan yang Shaleh dan baik.
Dzuth-Thaul: Yang menguraikan karunia, nikmat, dan pemberian kepada
hamba-Nya.
Dzul Fadhl: Yang memiliki segala sesuatu, memberi karunia kepada hambahamba-
Nya dengan berbagai macam ni’mat.
Ar-Rafiiq (Yang Maha Lembuh, Maha Halus): Yang menyukai kelembutan
dan pelakunya. Maha belas kasih kepada hamba-hamba-Nya lagi Maha
Penyayang kepada mereka.
Al-Jamiil (Yang Maha Indah): pada dzat, asma`, sifat, dan perbuatan-Nya.
Ath-Thayyib: Yang Maha Suci dari kekurangan dan cacat.
Asy-Syafi (Yang Menyembuhkan): satu-satunya yang menyembuhkan setiap
penyakit, tidak ada sekutu bagi-Nya.
As-Subbuh: Yang Maha Suci dari cacat dan kekurangan, Yang bertasbih
bagi-Nya tujuh lapis langit dan bumi serta yang ada di atasnya, bertasbih
dengan pujian-Nya segala sesuatu.
Al-Witr (Yang Maha Esa, Tunggal, Ganjil): Yang tidak ada sekutu baginya,
tidak ada yang serupa dan sebanding. Ganjil yang menyukai ganjil dari amal
dan taat.
Ad-Dayyan (Yang Maha Kuasa): Yang menghisab hamba dan membalas
mereka, dan memutuskan di antara mereka pada hari pembalasan.
Al-Muqaddim, al-Mu`akhkhir (Yang Mendahulukan, Yang Mengakhirkan):
mendahulukan dan mengakhirkan siapa dikehendakinya, mengangkat dan
merendahkan siapa dikehendaki-Nya.
Al-Hannan: Yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, memuliakan
orang-orang yang berbuat baik dan mengampuni yang bersalah.
Al-Mannan (Yang Maha Pemberi, Yang Maha Pemurah): Yang memulai
pemberian sebelum diminta, banyak memberi, memberi nikmat kepada
hamba-hamba-Nya dengan berbagai macam kebaikan, nikmat, rizqi dan
pemberian.
Al-Qaabidh (Yang Menyempitkan rizqi): Yang menyempitkan kebaktian dan
ma’rufnya dari siapa yang dikehendaki-Nya.
Al-Baasith (Yang Melapangkan rizqi): Yang menyebarkan karunia-Nya dan
meluaskan riqzi-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-
Nya.
Al-Hayii, as-Sittiir: Yang menyukai orang yang pemalu dan menutupi (aib,
cela) dari hamba-hamba-Nya. Menutupi banyak dosa dan cela hamba-Nya.
As-Sayyid: Yang sempurna dalam kepemimpinan, keagungan, kekuatan,
dan semua sifat-Nya.
Al-Muhsin: Yang meliputi semua makhluk dengan kebaikan dan karunia-Nya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: