mifka weblog

10 April 2006

Mayat Hidup

Filed under: Ω Puisi Indonesia — by Badru Tamam Mifka @ 9:46 pm
Tags:

Puisi Badru Tamam Mifka

Hijau menikam-nikam perempuan.
Di tanah desanya, ia dilumpuhkan,
dikalahkan.
Alam muram, traktor para lelaki merajam hati mereka
dalam sebuah revolusi.


Perempuan-perempuan patah di telapak kaki lelaki.
Mereka, perempuan-perempuan desa,
telah bicara melalui mulut lelaki.
Nasibnya mengendap dalam cemooh dan karikatur,
menanggung dosa.
Bocah-bocah perempuan menikah, lalu bercerai,
meninggalkan sekolah.
Ada lebam biru di mata kirimu,
mengedip berulangkali, melintas maut.

“Dunia ini mahal bagimu, perempuan.
Kau lelap, kian asing membaca baris-baris kalimat nasib;
sebab kau buta huruf…”

Hijau menikam-nikam perempuan.
Tubuhnya disayat ayat-ayat,
lalu dilempar dari tempat suci,
lalu dikurung digubuk murung.

Lalu siapa yang menancapkan ia dibelakang;
dibalut tubuhnya–dianggap mayat hidup!?

2006

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: