mifka weblog

10 Maret 2007

Cipadung 2

Filed under: Ω Puisi Indonesia — by Badru Tamam Mifka @ 9:57 pm
Tags:

Puisi Badru Tamam Mifka

Matahari turun perlahan dan
warnanya jatuh disungai
Barangkali ada petani yang akan lewat
dan tersenyum pada takzim kita, seperti sebait puisi
Masih ada angin, seperti kemarin
yang berulang-ulang kucatat diatas daun bathinku

Lalu ingin aku mengajakmu kesana
Menuruni ladang, merawat bunga-bunga dengan
jantung berdegup
seperti ketukan
tangan kekasih di pintu doa-doa.
Kita akan bercocok tanam harapan
di kebun masa depan

Berpegang erat tanganku, tanganmu
Kangenku melihatmu tersipu malu
Tersenyumlah, hidup ini mungkin
seperti rasa lelah yang ingin dimengerti.
Marilah pulang, teteh, jangan dulu menoleh ke belakang
Sebelum malam habis, sisa-sisa embun jatuh
dan tunas-tunas itu tumbuh

10 maret 2007

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: