mifka weblog

20 Juni 2007

Draf

Filed under: Ω Puisi Indonesia — by Badru Tamam Mifka @ 11:06 pm
Tags:

DZIKIR 27

Perempuan,
dzikir ini akan menyimpan makna padamu.
Kelak ia mengajarkan kita mencintai kenangan
sebagai lembar-lembar kebijaksanaan hidup
Sebab degup ini fana maka apa yang kita lahirkan
adalah apa yang kita titipkan pada keabadian

Apa yang kita percayai
adalah apa yang kita cintai pada kekekalan
“Aku mencintaimu, saudaraku.
Kelak keseluruhan dzikir ini luruh di tepi usiamu
yang demikian lembut memaknai jeda…”
Barangkali hidup akan merapatkan kita
dalam bening yang lain dan kita tersekat dalam hakikat
Percayalah, lelaki dan perempuan berdiri dalam
keindahan yang sama
berdiri di bawah keagungan Tuhan yang sama
Maka langit memiliki satu pintu bagi keduanya

Dzikir ini akan menyimpan makna padamu.
Ia akan tetap mengurai waktu meski keletihan
memang akan mengetuk perjalanan
Ia akan tetap mengalirkan doa untukmu meski kematian’
memang akan mengetuk kehidupan
Dzikir ini kelak akan menjagamu
Cinta in kelak akan menjagamu.

DZIKIR 32

Perempuan,
dzikir ini menempati setiap jejak yang terlalui
Daun berulangkali akan luruh dan kembali tumbuh
Ada sehelai rambut jatuh diatas halaman buku
dan lembar kenangan seperti kelak gugur umur
yang terus bertambah dalam pelataran ingatan tua
yang tak lagi gagah

“Tetapi mungkin jalan masih
panjang, kekasihku, masih remang.
Seperti tanah dan sisa hujan, hati kita mesti
tabah menerima kerinduan dan kenyataan.”
Dan kerinduan ini akhirnya harus
disederhanakan ketika siang juga
akhirnya diteduhkan.
Agar kelak seseorang memahami kenapa ia
mampu menafsir hidup dengan Cinta yang bersahaja
Agar kelak Cinta meninggalkan pelajaran bagi
para pencinta yang mampu
membaca tanda zaman

Dzikir ini menempati setiap jejak yang terlalui
Ia menyusun makna sebelum maut berpagut
Ia menghimpun makna setelah maut membalut

DZIKIR 32

Perempuan,
dzikir ini adalah getar kata yang menjadi
abad harapan mensyukuri Cintamu
Bathinnya tak berharap abai pada setiap
abjad kerinduan yang mencari keindahan
dan kesederhanaan jiwa

“Sungguh, kekasihku, ratapilah jiwa yang
melindapkan Cinta dalam gemerlap hidup
yang bermegah-megah.”
Sebab ia hanya berakhir menjadi jelaga
gairah di kaca jendela makna yang
lengah dan serakah

Manusia akhirnya resah mengunyah dunianya
Setiap arahnya lepuh dan langkahnya
berkali-kali jatuh
Cinta diperjualbelikan dan ia disampahkan
hanya karena kelembutannya
membebani keinginan yang terlalu buas

Dzikir ini adalah getar kata yang menjadi abad
harapan mensyukuri Cintamu
Manusia hanyalah segumpal darah yang
penuh keluh-kesah, dan kelak mesti
menerima ujung nafasnya terkubur tanah
yang selama hidup ia injaki dengan gagah
Tetapi Cinta memberi kita ketenangan
Tetapi Cinta memberi kita keagungan

DZIKIR 36

Perempuan,
dzikir ini menempa setiap baris jiwanya
untuk menyentuh keseluruhan duniamu
Sebab mencintai adalah menegaskan
ketajaman nurani agar bersikap halus dan
berani memaklumi hati yang lain

Kita dapat memberi pengakuan terhadap
kenikmatan hidup dalam geriap do`a-do`a
yang menyusun bentuk diatas jiwa-jiwa
penyembelih hawa nafsu
“Rendah hatilah, kekasihku, kebencian akan
membuatmu kehilangan kejernihan mata hati.”
Biarlah tatapan bathin menempati
setiap ungkap nadanya sendiri
Agar bersuara jujur merangkai
nyanyian kehidupan

Dzikir ini menempa setiap baris jiwanya
untuk menyentuh keseluruhan duniamu
Kita menampar diri
untuk mendidik hati agar lembut
pada yang lainnya
Kita mencakar diri
untuk mengurai hati agar santun
pada yang lainnya

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: