mifka weblog

26 Agustus 2007

Di Depan Pintu Cinta

Filed under: Tak Berkategori — by Badru Tamam Mifka @ 5:50 pm

Catatan Harian Rabu, 08 Februari 2006

Aku bersyukur tentang kekuatan cinta: merubah segalanya jadi hal yang baik, besarkan hati dan beri kekuatan. Tapi mereka bilang dengan penuh prasangka bahwa aku salah dan seseorang telah meutup pintu hatinya.

Mereka bilang: “Kenapa cinta mesti dipaksakan?” Aku menunduk. Diam. Tapi aku harus belajar bahagia dapat mencintai seseorang, sekalipun ia tak pernah mencintaiku dan terasa jauh, menjauh.

Bahwa demikian terasa indah dan sia-sianya pencarian ini, tapi berharga. Dengannya aku bermakna. Tertawa saja karenanya. Toh setiap hal mengira itu sebuah lelucon, kecuali hati yang mengerti.

Aku percaya, ada sesuatu yang tetap aku pertahankan dalam hidup sesingkat ini. Tapi ia sesuatu yang tak bisa disebut. Hanya jika cinta utuh dimengerti, dengan bathin yang bersih, dengan doa.

Tapi kenapa harus “selamanya tak akan terungkap-terjawab” seperti katanya. Siapa yang begitu angkuh menerka masa depan? Malang, harapan dan optimisme pun harus mati.

Aku tahu, ada banyak hal yang perlu aku kerjakan. Ketukan di pintu hati seseorang yang tercinta belum juga bersahut. Tapi bukan berarti kalah. Aku memang mesti belajar merasa bahagia menerima kenyataan. Jangan benci, juga kecewa. []

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: