mifka weblog

26 Agustus 2007

Visualisasi Rasul

Filed under: Tak Berkategori — by Badru Tamam Mifka @ 5:44 pm

Catatan Harian Jum`at, 03 Februari 2006
[08:10]

Muhammad, Rasulullah, berhenti di batas area imajinasi umat. Di luar itu, Denmark dan Prancis bikin perkara dengan umat Islam ketika nekad memuat karikatur Muhammad SAW di media cetak.

Memang, dalam al-Qur`an tak secara gamblang disebutkan pelarangan visualisasi wajah Muhammad ke dalam lukisan atau film dan semacamnya. Pelarangan itu muncul dari kesepakatan ulama; setidaknya, ada aspek kemudharatan (ekses) yang ditimbulkan jika pelarangan tersebut dilanggar.

Pertama, visualisasi Nabi dilarang karena ditakutkan ada pengkultusan yang berlebihan terhadap gambar/benda (tapi bagaimana dengan ka`bah, wali, mullah dan Nabi–selain Muhammad– yang tak mendapat reaksi negatif ketika di gambarkan?).

Dalam agama Kristen, Yesus misalnya; mungkin umat kristiani mengkultuskan patung sang Yesus. Itu medium, memang; tetapi sekedar antisipasi terjebaknya umat pada pemberhalaan benda-benda, bukan pemaknaan spirit, pembacaan sejarah, pembenahan kualitas spiritual dan gairah tafakur (Tapi kawanku, seorang kristiani, mencemooh ka`bah; ia bilang umat Islam tengah melakukan pemberhalaan kolektif yang sangat halus).

Kedua, khawatir timbulnya pelecehan. Dalam kasus Denmark dan Prancis, Muhammad di visualisasikan lewat genre seni gambar karikatur. Pendapat saya, karikatur–dalam seni lukis–adalah semacam “parodi visualitas” atau sebut saja “kecelakaan naturalisme”. Gambar karikatur merupakan lelucon dari persepsi objek asli. Jadi menggambar Nabi Muhammad dalam karikatur merupakan tindakan yang nekad. Bayangkan saja, gambar naturalistik dari wajah manusia yang utuh juga belum ada pada wajah Muhammad, di negeri nun jauh disana, karikatur Muhamad hadir dengan segenap “kekerasan tematik”.

Marah bergejolak di dada umat Islam seluruh dunia. Sebab, Muhammad demikian akrab dengan umat Islam. Ia semacam panutan, teladan, kebanggaan dan hero agung bagi kaum muslimin.
Namun, kita harus lebih arif. Satu hal yang mesti kita imani dan lakukan adalah visualisasikan segera sifat-sifat dan akhlak Muhammad pada diri kita, di hati kita…[]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: