mifka weblog

21 September 2007

Musik dan Islam

Filed under: Tak Berkategori — by Badru Tamam Mifka @ 8:13 am

Catatan Harian 2006

Persoalan yang kemudian muncul, sebagian umat Islam tak mampu bermain dalam apresiasi seni. Hingga ada yang mengharamkannya buah dari ketidakpahaman terhadap seni. Padahal Islam datang demikian lembut menghargai seni. Islam memberinya nafas dan melestarikan keberadaannya.

Banyak bentuk-bentuk kesenian Arab pra-Islam yang diadopsi Islam, seperti kasidah, baik dalam bentuk puisi ataupun nyanyian.

Kata si Pulan, dalam Islam, musik dimaksudkan untuk membebaskan dari dunia material. Kaum sufi mengenalnya dengan istilah tajarrud. Maksudnya, suatu metode untuk membebaskan diri dari hal-hal yang bersifat material ke hal-hal yang bersifat spiritual. Dus alat-alat musik menjadi sarana atau medium untuk naik ke alam kerohanian.

Di ranah lain, persoalan yang akhirnya muncul : apa yang lebih layak disebut kesenian Islam? Dalam nyanyian, misalnya; apakah kesenian yang penyanyinya berpeci-berjilbab dan lagunya juga berbahasa Arab sudah layak disebut Islami? Belum tentu, siapa yang tahu makna yang disampaikan dalam lagunya adalah seruan atheisme he…

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: