mifka weblog

10 Oktober 2007

Sajak Bapak dan Anaknya

Filed under: Ω Puisi Indonesia — by Badru Tamam Mifka @ 9:03 pm
Tags:

“Lalu segera akan kau lihat daun-daun menguning, Anakku.
Dan apa yang tersisa dari usiaku selain
ingatan yang perlahan rapuh dan jiwa yang tak
lagi gagah menyusun rencana…”

Tetapi berbahagialah, Bapak, hidup memang
tak memberi kita tafsir yang ketat untuk bahagia
Telah kulanjutkan sisa musim
dan hampar ladang yang segar
juga bakti yang tak pernah berhenti dan mati

Betapa diam-diam harapan kita saling berbagi, Bapak
Kemudian aroma hujan pada tanah kenanganmu,
pohon-pohon doa dan permohonanmu,
telah mengajari kita bahwa usia bukanlah
satu-satunya bahasa yang mampu menghitung
seberapa tabah kebahagiaan kita dan
seberapa pasrah kemuliaan kita…
https://manuskripkesunyian.wordpress.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: