mifka weblog

7 November 2007

Perempuan dan Politik


101_4843

Dunia politik sesungguhnya identik dengan dunia kepemimpinan. Saat berada dalam posisi sebagai pemimpin, perempuan mengalami lebih banyak hambatan ketimbang laki-laki. Mengapa? Karena perempuan harus selalu membuktikan bahwa dirinya memang pantas dan bias diandalkan. Mari simak penuturan wal kota perempuan pertama di San Fransisco: “Aku kerap dikritik atas beberapa komentar yang agak menyinggung perasaan dan selanjutnya meledak menjadi pergunjingan publik, tidak seperti laki-laki dalam posisi yang sama, yang pernyataannya seringkali berlalu tanpa tantangan.

Pengalaman mengajarku bahwa kunci keberhasilan perempuan dalam jabatan pemerintahan adalah menjadi orang yang bias diandalkan. Artinya, memberi perintah yang jelas dan mau menindaklanjuti, memeriksa kembali setiap pernyataan demi keakuratan, menjaga integritas pribadi, dan benar-benar menjaga kepercayaan masyarakat. Selain itu, juga tetap dituntut untuk bias bekerja sama dalam satu kelompok dan membina hubungan dengan kolega yang didasarkan pada integritas dan rasa hormat. Perempuan harus mampu menyelesaikan tugas yang dibebankan padanya dan harus menjadi pemimpin dalam arti yang sesungguhnya.”

Persoalannya, mengapa perempuan sulit sekali menggapai kekuasaan? Jawabannya sangat sederhana. Seterotip perempuan tradisional tidak mengenal kekuasaan. Kefeminiman juga tidak memuat ketegaran, keperkasaan, atau ketegasan yang merupakan unsure inti kekuasaan. Stereotip klasik mengenai perempuan dan kefeminiman tidak mencantumkan gagasan kekuasaan, dan meskipun kondisi telah berubah, stereotip tersebut sulit dihilangkan. Gambaran klasik mengenai kefeminiman identik dengan kepasrahan, kepatuhan, kesetiaan, kemanjaan, kekanak-kanakan, kesimpatikan, kehangatan, kelembutan, keramahan, dan ketidaktegasan. Kekuasaan sebagai unsure yang paling penting dalam kepemimimpinan tidak pernah dicirikan dengan sifat-sifat feminine.

Perempuan dan Politik

Oleh: Siti Musdah Mulia dan Anik Farida

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan I, 2005

Tebal 176 Halaman

1 Komentar »

  1. buku ini bisa di download ga yaaa :)

    Komentar oleh Elsa Larassati — 28 Maret 2010 @ 5:35 am |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: