mifka weblog

28 Maret 2008

Resensi Buku

Filed under: Ω Surat-surat — by Badru Tamam Mifka @ 1:41 pm
Tags: , ,

Surat Pertama

Buku: Sepiring Makanan!
Anggap saja buku yang akan kamu baca seperti
sepiring makanan yang menarik selera
Hingga kamu tak tahan ingin melahapnya
dan menceritakan rasanya
pada orang lain…

Kawanku yang baik.
Tiga hari yang lalu kamu memberiku sebuah buku tebal. Memang sih gak setebal The Origin of Species-nya Darwin atau buku penelitian Clifford Gertz tentang sistem kepercayaan masyarakat Jawa. Gak juga setipis Tukang Kebun-nya Rabindranath Tagore atau buku novel Seorang Gadis Memukul Pelipis karyaku.

Kamu bilang buku itu buatku. Tentu saja aku gembira. Tapi kegembiraanku hanya bernapas 3 menit lebih 9 detik saja dan tiba-tiba lepas, karena kemudian kamu bilang pemberian itu bersyarat: kamu minta aku meresensi buku itu buat tugas kuliah pacarmu; tugas kuliah untuk minggu depan! Aku bawa buku itu. Tapi lewat tengah malam, aku tak kunjung menulis resensi. Alih-alih memenuhi permintaan kamu. Aku malah menulis surat ini buat kamu.

Kawanku yang baik.
Bukannya aku gak gembira tiba-tiba dapat buku gratis. Tapi apakah kamu gak tertarik untuk bisa menulis resensi? Tapi apakah kamu gak punya sedikit waktu luang untuk menulis resensi buku? Aku bersyukur jika kamu sudah ngerti gimana menulis resensi. Kalau belum, marilah kita sama-sama belajar memahami tentang resensi buku yang akan aku tulis ini…

Nah, terlebih dahulu, aku ingin menjelaskan sedikit tentang apa itu resensi buku sebelum kita sampai pada pembahasan gimana menulis resensi. Pada mulanya recensie. Kita dapat menemukan kata aneh itu dari bahasa Belanda. Tapi, konon, orang Belanda ketiban kata tersebut dari bahasa latin: recensere, yang bermakna memberi penilaian. Kalau orang inggris sih menggunakan istilah review untuk mengupas isi buku, film, pertunjukan musik, drama dan sebagainya. Dari asal kata tadi, maka resensi buku dapat dimengerti sebagai langkah memberi penilaian, mengungkapkan kembali isi buku, memberikan ulasan, membahas, mengkritik ataupun meringkas. Tentu saja dengan maksud menginformasikan apa saja yang termuat dalam buku itu secara sekilas pada orang lain. Dan kamu juga perlu tahu, orang dapat menyebut banyak nama lain bagi resensi, seperti bongkar buku, bedah buku, apresiasi buku, ulasan buku, berita buku, maktabah, rehal dan sebagainya.

bersambung…

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: