mifka weblog

2 Mei 2008

Perjalanan Sejati

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 9:48 pm
Tags: , , ,

Sebuah Soliloqui

Badru Tamam Mifka

Tuhan ciptakan Cinta dari Cahaya-Nya. Seperti yang Ia anugerahkan pada nafas malaikat-malaikat-Nya yang bertasbih dan bersujud dalam kepatuhan yang abadi. Cinta tentang Kesucian dan Kesejatian. Lalu ia ciptakan manusia berpasang-pasangan. Tuhan dapat dengan mudah mempertemukan mereka menjadi sepasang kekasih, seperti juga ia dapat dengan mudah  memisahkan mereka…

Kemudian hadirlah takdir tentang cahaya dan dosa, cinta dan air mata. Disanalah sepasang kekasih memahami dunia sebagai sebuah pencarian. Yang satu mencari dan merindukan yang lainnya…

Janganlah kau cari kekasihmu ke arah yang
berseberangan dengan arah Tuhanmu.
Sebutkanlah  nama kekasihmu ketika
bibirmu masih basah menyebut nama Tuhanmu…

Disebut-sebutlah nama kekasihnya setiap 99 kali ia menghela napasnya. Ketika malam yang padam bertambah dingin, ia kenakan selimut doa dan menyanyikan pujian-pujian cinta yang indah. Lalu ketika siang terang, ia basuh wajahnya dengan air mata, dan dengan senyum mengembang ia melangkah dibawah awan-awan yang diminta setia untuk menunjukkannya arah…

Kekasihku, kekasihku…
Telah kau lahirkan cintaku dari rahim cintamu.
Bernyanyilah, agar suaramu membuatku dapat menemukanmu…
Menarilah, agar geliat tubuhmu membuatku mencium aroma kehadiranmu…

Lihatlah Sang Pencinta itu yang bertahun-tahun mencari kekasihnya. Dosa dalam dada merekalah yang membuat Tuhan memisahkan keduanya…

Ia pun seperti menyerahkan diri pada setiap kekecewaan dan kebahagiaan yang kelak akan menyentuhnya disepanjang pencarian. Mungkin disanalah kekasihnya berada, dibelahan bumi ketika konon Sang Pencinta mendzkirkan rasa rindunya pada Tuhan dan Sang Kekasih untuk yang ke seribu kalinya. Bukankah jarak perpisahan ini seperti tirai iblis yang akan tersingkap oleh sucinya nama-nama sang Kekasih yang begitu kuat disebutkan dalam ruang hati?

Selama Iblis masih terpendam dalam dada, Tuhan tidak akan pernah menetapkan Cahaya Arah. Iblis telah bertahun-tahun menghalangi pertemuan Sang Kekasih…

Usaikanlah, Tuhan, dosa-dosa ini
Dosa-dosa yang bernama dendam, bernama keserakahan
Bernama ketidaksabaran, amarah, kebencian, kesombongan, hawa nafsu…
Usaikanlah, Tuhan, iblis dalam dada  ini
Agar kembali kunikmati Cinta…

Iblis adalah dosa-dosa, yang masih ada dalam jiwanya, yang menolak sujud pada Cinta, yang merayu Sang Pecinta untuk menodainya. Iblis adalah dosa-dosa, yang dapat binasa oleh doa-doa. Setelah bertahun-tahun membuat separuh bumi jadi sungai air mata dan selaut doa, akhirnya dosa-dosa itu berguguran seperti daun kering—dosa-dosa yang menghalangi ia bertemu kekasihnya, bertemu kesejatian Cinta…

Tapi dimana kekasihku, Tuhan?

Maka, bertahun-tahun lamanya ia masih melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia. Satu-persatu jalan ia lengkapi, hanya ingin sekedar mencintai banyak kenangan yang masih tersimpan disepanjang jalan yang pernah ia lewati dengan kekasihnya dulu. Hingga tiba saatnya ia menemukan tubuh kekasihnya yang dingin, di sebuah tikungan dunia. Ia tahu kekasihnya telah memasuki pintu kematian karena dunia memberinya rasa haus dan lapar sepanjang perjalanan. Ia rangkul tubuh kekasihnya erat-erat dengan air mata yang deras. Ia dengan mudah menumpahkan air mata seperti juga ia dengan mudah dapat menghentikannya…

Jangan bersedih, kekasih, jangan bersedih…
Dunia ini hanya puisi yang fana
Tak layak cinta sejati kalian menempati ruang maknanya
Jangan menjadi letih, kekasih, jangan menjadi perih…

Kemudian ia kembalikan tubuh kekasihnya ke pangkuan bumi. Setelah itu, ia kembali melakukan perjalanan dengan segenap usianya. Sebuah perjalanan dan pencarian sejati: mencari Hakikat Diri…

02 Mei 2008

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: