mifka weblog

26 Juni 2008

Sepasang Mata Kekasih

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 5:45 am
Tags: , ,

Dulu, di meja makan itu, kekasihku menghidangkan sepiring kerinduan dan segelas cinta. Rambutnya menawan seluruh waktu, juga ribuan garis hujan. Helai-helainya menjelma tali temali, mengikat hati…
Dan ini kali ia pergi menuju arah tak bernama. Meja makan menyusun aroma sepi sepanjang musim. Aku berkelahi dengan bayanganku sendiri, di bawah lampu-lampu yang hampir mati, tak henti menduga dahaga dan menukar rasa lapar dengan sebungkus puisi yang dikerubungi lalat.


Malam melengkapi muram, seperti tampak bayangan kekasih melintas menyalakan bara api di sepanjang helaan napasku. Sepasang matanya yang jernih, tak henti kuringkas dalam doa-doa, tak akan pernah kulepas…

Juni 2008

1 Komentar »

  1. Puisi-puisi Mifka menggugah sanubari, sungguh ini adalah pencarian yang dalam hingga mampu memberi kenyamanan dikisi-kisi jiwa. ungkapan kiasan adalah makna rasa kesepian yang mengasyikan.

    Komentar oleh Willy Subroto — 12 Desember 2008 @ 2:21 am |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: