mifka weblog

2 September 2008

Di Atas, dan Dipukul

Filed under: Ω Soal Bahasa — by Badru Tamam Mifka @ 5:26 pm
Tags: , , ,

Seringkali seseorang menegur saya karena masih saja tak becus memosisikan “di” dalam beberapa tulisan. Unsur di sebagai kata depan atau preposisi yang menunjukkan tempat (di mana, di atas, dlsb.) haruslah dibedakan dengan di- sebagai awalan yang selalu harus dituliskan serangkai dengan kata yang di belakangnya, seperti kata ditendang, dipukul dlsb.

Contoh:

Di rumah kosong, pacarnya dipukul orang gila.
Ya, di rumah dan dipukul dalam kalimat diatas punya posisi di yang beda, karena di untuk rumah menunjukkan tempat, dan di untuk pukul sebagai awalan dan kata kerja. Padahal saya sudah tahu aturan itu, tapi acapkali salah. Saya memang seringkali tidak cermat. Ya, saya ingin terus belajar menulis dengan benar dan baik, daripada harus balik lagi cekolah di bangku SD wha…ha…ha…
Begitu pula apabila kita gunakan preposisi ke, harus ditulis sebagai dua patah kata terpisah. Eh, bagaimana dengan di untuk antara? Diantara atau di antara?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: