mifka weblog

5 September 2008

Ibuku Sakit Lagi

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 1:38 pm
Tags: ,

Sudah seminggu lamanya ibuku sakit. Sakit lama yang kambuh kembali. Tangan dan kaki kanannya lumpuh. Jika saya memapahnya berjalan, saya melihat ia menahan sakit dengan kaki yang diseret, seperti tak bertulang. Bicaranya tak jelas, dan ia begitu kesulitan ketika harus mengingat atau menyebut sesuatu. Saya sedih melihatnya.

Kesedihan itu juga terasa ketika tangan saya mengusap tangan dan kaki kanannya, terus berharap ia kembali sembuh. Saya merasa banyak kehilangan dari tangan dan kaki beliau yang dulu sangat kokoh, dan juga sangat lembut. Kini, beliau hanya bisa mengeluarkan suara di tengah malam, meminta saya membantunya menggaruk rasa gatal di tangan kirinya.

Di saat-saat seperti itu, saya ingin menjadi tangannya yang mengangkat sendok, mengenakan jilbab atau keinginannya menggapai sesuatu. Saya ingin menjadi kakinya untuk berjalan ke kamar mandi. Di saat-saat seperti itu, saya ingin sepenuhnya sabar untuk mengerti apa yang ingin beliau katakan. Ya, disaat-saat seperti itu, betapa saya sangat mencintainya, betapa saya akan sangat sedih jika kehilangan keceriaan beliau.

Tuhan, lembutkan hati saya untuk merenungkan dan merasakan pengorbanannya pada saya. Terbayanglah rasa sakitnya ketika beliau melahirkan saya. Terbayanglah kesabarannya ketika beliau bertahun-tahun membesarkan saya. Terasalah kasih sayangnya. Terasalah pengorbanannya selama bertahun-tahun melindungi saya. Terasalah halus doanya melindungi hidup saya. Sungguh ikhlas, tak pernah mengeluh. Apa jadinya saya tanpa cinta, kasih sayang dan kerja kerasnya yang tak pernah letih. Bertahun-tahun, ya bertahun-tahun lamanya seorang ibu berani menderita demi anaknya.

Seperti dulu ketika saya masih kecil, beliau mengajari saya bagaimana menggerakkan tangan dan berjalan, kini giliran saya mengajari beliau hal yang sama. Jika dulu saya anak kecil yang manja minta diselimuti menjelang tidur, kini giliran saya menyelimuti beliau. Dulu beliau mengurus keseharian saya dengan tabah dan ikhlas, kali ini saya mesti melakukan hal yang sama: memapahnya ke kamar mandi, melayaninya jika ingin makan, minum obat dan bersedia melakukan banyak hal lain untuknya.

Jika dulu ia terjaga semalaman menjaga anaknya, kali ini saya juga mesti melakukannya, kalau-kalau beliau butuh sesuatu atau minta diantar ke kamar mandi. Saya tak mau lagi melihat beliau di tengah malam bergerak kesulitan hanya ingin menggosokkan tangan kirinya yang gatal ke tepi tempat tidur. Betapa seperti habislah tulang penyangga baginya berjalan dan menggerakkan tangan.

Tapi saya masih di sini, menjadi tangan dan kakinya, dan tetap berdoa untuk menumbuhkan kesabaran di hati beliau dan juga sepenuh kesembuhannya. Saya selalu tak tahan jika melihat matanya mengeluarkan air mata. Saya tak ingin beliau sakit. Saya ingin tetap disampingnya. Saya ingin tetap berdoa untuk kesembuhannya. Mah, cepat sembuh…

September 2008

2 Komentar »

  1. ?????aku seorang ibu , usiaku 5 september nanti 70 tahun.ketika aku membaca catatan harianmu diatas aku ingin bertanya, berapa gerangan usia ibundamu tercinta , pada saat sakit ketika itu? karena aku lihat tgl penulisannya saat itu adalah 5 september 2008, berarti pas hari ulang tahunku yg ke 69.saat itu dan kini, aku alhamdulillah dalam keadaan segar bugar, sehat tak kurang suatu apapun.alloh memberikan aku kesehatan lahir yg sangat kusyukuri, mengingat 70 adalah usia renta.aku menangis …air mataku mengalir deras, ketika kubaca betapa kamu dengan sangat sabar dan ikhlas menunggui ibu, mengusapnya…membantu mnenggaruk tangan yg gatal….dan sangat indah ketika saat itu kamu ingat bahwa dulu ibupun berlaku seperti ini padamu, disaat kamu masih dalam asuhannya…aku menangis…karena suatu saat yg takan lama lagi, mengingat usiaku …akupun akan memerlukan bantuan anak2ku , barangkali seperti yg dilakukan kamu terhadap bunda tercintamu.kemudian aku berfikir, ya alloh, akankah anak2ku juga akan seperti kamu terhadapku???????hebat sungguh ahlakmu, aku jadi ingin belajar pada bundamu, bagaimana mendidik anaknya sehingga berperilaku seperti kamu……ya allah, semoga anak2ku menjadi anak2 yg shaleh !!!amien ya robbal alamien, teriring salam dan doa untuk seorang ibu yg sangat beruntung…

    Komentar oleh mien ardiwinata — 24 Februari 2009 @ 11:27 am |Balas

  2. 110610, YS

    Komentar oleh YAYAT S JAYASANTIKA — 11 Juni 2010 @ 8:12 am |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: