mifka weblog

15 Oktober 2008

Tragedi Nadra

Filed under: Ω Jendela Buku — by Badru Tamam Mifka @ 2:50 pm
Tags: , , ,

Peristiwa berdarah, tragedy antar bangsa yang mengatasnamakan agama itu terjadi pada 11-13 Gesember 1950 di Singapura dalam bentuk kerusuhan dahsyat. 18 orang terbunuh. 173 orang luka parah. Pemicunya adalah Nadra. Gadis 13 tahun yang diperebutkan hak asuhnya ini menjadi isu internasional, bahkan sampai saat ini.

Nadra, bernama asli Maria Hertogh, adalah gadis Belanda tulen. Ibunya, Adeline, yang tak mampu membiyayainya saat dia berusia lima tahun, memberikannya pada Aminah, perempuan Melayu yang banyak membantu keluarga mereka dan tak bias memiliki anak sendiri. Bahkan, Adeline telah mengizinkan Maria diasuh secara Islam.
Tumbuhlah maria sebagai Nadra, gadis yang meski berparas Eropa, memiliki sifat dan kebiasaan seorang muslimah Melayu. Dia memiliki kehidupan yang tenang dan bahagia ketika orang tua kandungnya mencarinya, ingin mengklaim hak asuh atasnya kembali. Saat itu di usia 13 tahun, Nadra baru saja menikah dengan pria pujaan hatinya, diperebutkan. Siding demi sidang di pengadilan Singapura memicu banyak pihak bersimpati. Tragedi dua keluarga menjadi tragedy bangsa yang membawa nama budaya dan agama. Siapakah yang sebenarnya berhak dan lebih mencintai Nadra. Ibu kandungnya atau ibu angkatnya?

Tragedi Nadra:
Drama Mengharukan Tentang Perebutan Anak dan Cinta Seorang Ibu
Isa Kamari
Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan I, Maret 2008
305 Halaman

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: