mifka weblog

21 Desember 2008

Download Ebook: Sajak-sajak Caknun Tentang Ibu

Filed under: Tak Berkategori — by Badru Tamam Mifka @ 12:44 pm
Tags: , , , ,

Iftitah:

Ibunda

Emha Ainun Nadjib

Ibumu adalah
Ibunda darah dagingmu
Tundukkan mukamu
Bungkukkan badanmu
Raih punggung tangan beliau
Ciumlah dalam-dalam
Hiruplah wewangian cintanya
Dan rasukkan ke dalam kalbumu
Agar menjadi jimat bagi rizki
dan kebahagiaanmu


Tanah air adalah Ibunda alammu
Lepaskan alas kaki keangkuhanmu
Agar setiap pori-pori kulitmu
menghirup zat kimia kasih
sayangnya
Sentuhkan keningmu pada
hamparan debu
Reguklah air murni dari
kandungan kalbunya
Karena Ibunda tanah airmu itulah
pasal pertama setiap kata ilmu dan
lembar pembangunan hidupmu
Rakyat adalah Ibunda sejarahmu
Rakyat bukan bawahanmu,
melainkan atasanmu
Jangan kau tengok mereka ke bawah
kakimu, karena justru engkau
adalah alas kaki mereka yang
bertugas melindungi kaki mereka
dari luka-luka
Rakyat bukan anak buahmu
yang engkau berhak
menyuruh-nyuruh dan mengawasi
Rakyat adalah Tuanmu,
yang di genggaman tangannya terletak
hitam putih nasibmu
di hadapan mata Tuhan
Rakyat adalah
Ibunda yang menyayangimu
Takutlah kepada air matanya, karena
jika Ibunda menangis karena engkau
tusuk perasaannya,
Tuhan akan mengubah peranNya dari
Sang Penabur Kasih Sayang
menjadi Sang Pengancam,
Sang Penyiksa yang maha dahsyat
Ibunda darahmu
Ibunda tanah airmu
Ibunda rakyatmu
Adalah sumber nafkahmu,
kunci kesejahteraanmu serta mata air
kebahagiaan hidupmu
Pejamkanlah mata,
rasakan kedekatan cintanya
Sebab ketika itu Tuhan sendiri yang
mengalir dalam kehangatan
darahnya
Kalau Ibunda membelai rambutmu
Kalau Ibunda mengusap keningmu,
memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur
dan batin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri
yang hadir dan maujud
Kalau dari tempat yang jauh engkau
kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda
kangen kepada engkau,
dendangkanlah nyanyian puji-puji
untuk Tuhanmu

Karena setiap bunyi
kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala
ciptaanNya
Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan air mata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan
hiburan-hiburan
Menangislah banyak-banyak
untuk Ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun
Ibumu menangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
untuk membuat
Tuhan naik pitam kepada hidupmu
kalau ibundamu menangis,
para Malaikat menjelma jadi butiranbutiran
air matanya
Dan cahaya yang memancar dari
airmata ibunda membuat para
malaikat itu silau
dan marah kepadamu
Dan kemarahan para malaikat adalah
kemarahan suci sehingga Allah tidak
melarang mereka tatkala menutup
pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah
ibunda kehidupanmu
Jangan sakiti hatinya, karena ibundamu
akan senantiasa memaafkanmu
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas
setiap kesalahanmu akan digenggam
erat-erat oleh para malaikat untuk
mereka usulkan kepada Tuhan agar
dijadikan kayu bakar nerakamu
Rakyat negerimu adalah
ibunda sejarahmu
Demi nasibmu sendiri jangan
pernah injak kepala mereka
Demi keselamatanmu sendiri jangan
curi makanan mereka
Demi kemashlahatan anak cucumu
sendiri jangan pernah hisap darah
mereka
Jangan pernah rampok tanah mereka
Sebab engkau tidak bisa menang
atas Ibundamu sendiri
Dan ibundamu tidak pernah
ingin mengalahkanmu
Sebab pemerintahmu tidak akan
bisa menang atas rakyatmu
Sebab rakyatmulah
ibunda yang melahirkanmu
Serta ia pulalah yang nanti akan
menguburkanmu sambil menangis,
karena ia tidak menjadi bahagia
oleh deritamu
karena ibu sejarahmu itu
tidak bergembira oleh kejatuhanmu
Ibundamu,
tanah airmu,
rakyatmu
Tak akan pernah bisa engkau kalahkan
Engkau merasa menang sehari semalam
Esok pagi engkau tumbang
Sementara Ibundamu,
tanah airmu, rakyatmu
Tetap tegak di singgasana kemuliaan
Emha Ainun Nadjib
Senin, 15.12.1992

Ibu, Tamparlah Mulut Anakmu

Cetakan Kedua, Maret 2000

Kata Pengantar: D. Zawawi Imron

1. Anakmu Belum Juga Sembuh, Bu
2. Do’a Ibu tak Pernah Ganti
3. Pertolongan Allah Tidaklah untuk Ditunggu, tapi untuk
Dikerjakan
4. Agar Pantas Menjadi Penghuni Do’a Ibu
5. Ibu, tamparlah Mulut Anakmu
6. Anakmu Risih kepada Embel-embelnya
7. Bendunglah Mulut Anakmu
8. Bekerja itu Memproduksi Tenaga
9. Inilah Anak-anakmu yang Hina
10. Besar dan Kecil, Permainan Apa, Bu?
11. Kebanggan untuk Menjadi Kecil
12. Ilmu Pengetahuan hanya Sebilah Pisau
13. Ilmu Pengetahuan dan Tindakan Nyata
14. Ajaran tentang Kesamaan
15. “Apa tho Nak, Emansipasi itu?”
16. Bergurulah kepada Kebersahajaan
17. Perampok, Perlawanan, Dendam
18. Syukur, Ibu Menjadi Rakyat
19. Fakir di Hadapan Allah
20. Ibu, Kelupaslah Topeng Anak-anakmu Supaya mengerti Islam

Download ebook-y, di sini :)

3 Komentar »

  1. […] Sajak-sajak Caknun Tentang Ibu […]

    Ping balik oleh Download Ebook « Mifka Weblog — 8 April 2009 @ 7:28 pm |Balas

  2. […] Sajak-sajak Caknun Tentang Ibu […]

    Ping balik oleh e-book « Merlung's Blog — 24 November 2010 @ 2:43 am |Balas

  3. ijin deuy eta ebook puisi cak nun, nuhun

    Komentar oleh maosaji — 16 Januari 2013 @ 4:47 am |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: