mifka weblog

16 Juli 2009

Ingin Tetap Berdoa, Untuk Kesembuhan Ibu

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 11:57 pm
Tags: , ,

Sakit dalam Waktu Yang Lama
Ibu saya mengalami gejala stroke dalam waktu yang cukup lama. Beberapa kali beliau jatuh sakit. Kini ibu begitu sangat lemah, tak seperti dulu. Ah, penderitaan yang cukup panjang. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan berulangkali, juga berkat doa, ibu tidak mengalami mulut dan lidah yang mencong seperti pada umumnya orang terserang stroke. Tetapi, selama sakit itu, ibu mengalami kelemahan atau kelumpuhan lengan dan kaki–adanya semacam sensasi abnormal pada keduanya, mati rasa sebelah badan, kesemutan, atau terkadang panas seperti terbakar. Hal itu sudah cukup menyedihkan hati saya, menyedihkan kami. Ibu kini sosok yang sangat lemah, rapuh…
Jika diajak berbincang, ibu kesulitan memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat, bicara tidak lancar, hanya sepatah dua patah kata yang terucap. Seringkali ibu tidak memahami pembicaraan orang lain, pendengarannya berkurang, bahkan menjadi mudah lupa. Jika berjalan, ia sangat kesulitan; langkahnya tergopoh-gopoh. Tak jarang ibu kehilangan keseimbangan, sempoyongan. Saya ingat, ibu pernah beberapa kali jatuh dan tak sadarkan diri. Tubuhnya lemas, bicaranya tak jelas. Dan, ibu menjadi lebih mudah menangis. Begitulah, dalam waktu yang cukup lama ibu menjalani keadaan seperti itu. Hari demi hari, bulan demi bulan, masih tetap mengkhawatirkan. Hingga kemudian, setelah diperiksa untuk kesekian kalinya, dokter memutuskan untuk memberikan operasi pada ibu. Saya sangat sedih mendengarnya…

Pengobatan Alternatif Cimalaka. 15 Juli 2009. Ibu menjalani operasi kepala bagian belakang.
Orang-orang yang mengantar ibu perlahan mulai masuk dan menyaksikan ibu terbaring di dalam ruangan operasi. Bapak saya tidak sanggup masuk ruangan operasi. Beliau lebih memilih di luar. Beliau lemah dan hanya terduduk di bangku tunggu dengan kedua mata menutup wajahnya. Tubuhnya bergetar menahan sedih, menahan tangis. Tapi bagaimana pun juga, bapak mesti menyaksikan proses operasi ibu. Hingga kemudian dokter memohon bapak untuk masuk, akhirnya beliau mau masuk. Selama proses operasi berjalan, bapak lebih awal menangis melihat kondisi ibu, hingga membuat semua orang yang hadir di sana ikut menangis. Suara isak orang-orang di dalam ruangan mengiringi suara napas ibu. Betapa kesedihan lebih terasa berat ketika itu…

Dia yang kini terbaring, dengan mata terpejam, tubuh yang lemah…

“Kau tak perlu menggambarkan padaku tentang seribu derita bencana perang untuk menumpahkan kesedihanku. Tak perlu juga kau ceritakan padaku tentang krisis bahasa dan politik untuk membuatku menangis. Kau tak perlu mengabarkan padaku tentang berjuta luka kemiskinan, pengangguran, dan sejarah penindasan untuk memaksa aku mengeluarkan air mata. Cukup, cukup saja kau paksa aku diam lebih lama di hadapan seorang ibu yang terbaring sakit seperti ini, sungguh tak sedikit pun punya kekuatan bagiku bisa menahan air mata ini…”

Malam dingin, saya sendirian pulang ke rumah. Di sepanjang jalan, saya tak mampu menahan air mata. Dari jendela mobil, saya menatap langit, saya ingat ibu, wajahnya terus membayang, wajahnya tak henti membayang… Saya terus berdoa pada Allah untuk kesembuhan ibu.
Cepat sembuh, Mah…

Pasti sembuh, Mah…

Catatan Harian, 16 Juli 2009

5 Komentar »

  1. Semoga cpt sembuh :)
    amien

    Komentar oleh wahyu am — 17 Juli 2009 @ 12:06 am |Balas

  2. Subhanallah Ya Karim, Do’a Anak Shaleh Yg Tidak Akan PErnah Terputus….. (Itu Janji Allah*). Semoga Allah Memberikan Kesembuhan Dengan Semua Keridhaan-Nya…Amin, Sabar Ya Sudaraku, KAmi Ikut Mendoa’kan, LEkas Sembuh Mah………….

    Komentar oleh Omie Yaqzhan — 22 September 2009 @ 11:27 pm |Balas

  3. Coba akupuncture, kang…

    Komentar oleh solia — 28 November 2009 @ 10:37 am |Balas

  4. Semoga cepet sembuh ya.. kirim salam sama ibu dari Rimbun…

    Komentar oleh Rimbun Purba — 10 Januari 2010 @ 2:44 pm |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: