mifka weblog

5 Oktober 2009

Prosa Senja, Surat Halaman 94

Filed under: Ω Surat-surat — by Badru Tamam Mifka @ 2:50 am

Aku menulis surat ini untukmu, seperti tak pernah bisa bersabar  dalam mencintaimu. Tapi inilah cinta, bertahun kata tak juga reda, mendera kita kembali serekah matsnawi dalam gairah rumi. Lalu hilanglah jarak ketika kelak warna kembali pada senja, sebelum kita terpaku untuk rindu yang memilih tak berhenti menganga dalam seribu puisi dan doa. Betapa dahaga jarak ini, sayang, ketika kita masih saja begitu jauh saling betukar mimpi dan keluh kesah, saling memangkas kecemasan atas takdir tentang manusia yang dilahirkan hanya menjadi semacam reranting usia yang gemetar menahan getar cuaca sebelum akhirnya binasa—dan, dengan kecemasan yang sama, kau terus membujukku untuk tak mempercayainya.

Baiklah, jangan terus bersedih, sayang, tersenyumlah. Kerinduan tak pernah sejalan dengan kabut ketakutan; ia bersahabat dengan kekuatan harapan. Kekuatan untuk tetap mempercayai cinta dalam kesedihan adalah hadiah yang paling megah melebihi persembahan cinta Jahan pada Mumtaz. Inilah se

1 Komentar »

  1. tulisannya dah usai belum ?
    kalaupun inibaru sebagian saya sangat terkesan…

    Komentar oleh sri sutrianti — 5 Januari 2012 @ 6:15 pm |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: