mifka weblog

11 Oktober 2009

A Moment to Remember (2004)


moment_to_remember A Moment to Remember – The movie begins with Kim Su-Jin, a 27 year old fashion designer, being spurned at the train station by her lover, a colleague who is also a married man. Depressed, she goes to a convenience store where she bumps into a tall handsome man with whom she has a slight misunderstanding. Following that, she returns home and receiving the forgiveness of her father, decides to start life afresh. One day while accompanying her father, who is the head of a construction site, in making his rounds, she coincidentally meets the man whom she earlier bumped into at she convencience store.

Kategori: Drama Korea Sutradara: John H Lee Penulis: John H Lee Produksi: Sidus Durasi: 117 Menit Tgl. Rilis: 2004. Pemain: Son Ye-Jin , Jeong Woo-Seong.

Komentar saya:

Ini film yang saya tonton di hari libur ini: A Moment to Remember (Nae Meorisokui Jiwoogae) :) Film yang bagus, ceritanya mengharukan. Pertemuan yang unik dan romantis. Meski status sosial Soo-jin (Son Ye-Jin) dan Cheol-soo (Jeong Woo-Seong) berbeda jauh, tapi akhirnya  mereka menikah. Tapi siapa menduga,  penyakit lupa Alzheimer yang diidap Soo-jin mengganggu usia kebahagiaan pernikahan mereka (penyakit ini biasanya menyerang orang usia lanjut, ternyata anak muda juga bisa jadi korban hag siah :D). Soo-jin berusaha merahasiakan penyakit itu dari sang suami, meski pada akhirnya Cheol-soo mengetahuinya, dan ia menerima dengan sabar dan berusaha setia melakukan berbagai cara menyembuhkan penyakit istrinya. Hm, adegan-adegan yang menarik. Son Ye-jin si wajah cantik nan sendu yang berhasil memerankan tokoh wanita. Jeong Woo-Seong yang tampil memikat. Jalan cerita yang patut diacungi jempol! Hidup angkot!! :D

2 Komentar »

  1. bisa didownload g bos?

    Komentar oleh nchus — 25 Januari 2010 @ 9:40 pm |Balas

  2. aq udh nonton ni film..Romantis abis !!!Sinetron indonesia ada ya contek abis nih film.

    Best quote from this movie :” memaafkan adalah memberi sedikit ruang pada rasa benci”

    Komentar oleh dona kalit — 30 Januari 2010 @ 5:38 am |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: