mifka weblog

15 Februari 2010

Puisi Ketika Hujan, Tentang Kegelisahan

Filed under: Ω Puisi Indonesia — by Badru Tamam Mifka @ 3:55 am
Tags: ,

Hari ini, aku menemukan wajahmu diantara ribuan garis hujan.
Suara gerimis terdengar miris menabuh bumi yang makin memburuk ini.
Ah, cinta kita, kelak akan makin sempit menikmati wajah dunia,
jarak kita akan semakin dingin dan menganga dalam kata-kata…

Dengarlah,  lihatlah, usia alam telah memendam dendam pada manusia
Air sungai yang kotor meluap ke rumah-rumah, mengendap dalam tidur kita,
dan pohon-pohon tumbang menghadang jalan, ribuan tumbuhan rusak
Sampah-sampah pamplet iklan dan politik menutupi lubang-lubang selokan dan pikiran kita
Pabrik tak henti mengalirkan gelombang limbah pada hati kita
Bumi sudah sakit, langit sudah terasa pahit di lidah harapan kita

Kita begitu resah dalam putaran zaman
Cinta kita terhimpit, waktu telah merampok usianya yang panjang

Aku masih saja merindukanmu, di sini, diantara putaran malam dan siang yang terasa singkat
Mimpiku dicekik detik-detik, dicambuki hari-hari, doaku memekik di bawah terik matahari.
Aku gemetar menyulam cinta dalam gemuruh roda raksasa ekonomi yang keras menggilas nasib
Berjalan ringkih dalam nyanyian sedih kaum penganggur yang membeli harapan dengan
setumpuk amarah dan keputusasaan, terasing dalam jiwanya sendiri.

Jiwaku dijajah berjuta wajah dalam koran-koran dan majalah
Aku murung dalam sihir sinetron dan film-film
Masa depan yang rumit dan mahal, Sayangku, betapa
cinta kita dibuatnya resah dan mengalah.

Hujan masih saja turun deras dalam pikiranku.
Air sungai yang kotor meluap dalam puisiku.
Aku berselisih dengan kemungkinan dan misteri.
Tak henti melempar dadu di atas lingkar rindu yang terbakar.
Betapa kita hidup di dunia yang mendidik cinta terbiasa patuh pada sengketa dan harta.

Di sini, hujan masih saja turun deras, Sayang
Air sungai berlumpur masih meluap dalam puisiku.
Angin memangkas dedaun dan kata-kata.
Cinta kita tak henti menggigil dalam dingin usia…

EFM/ Cimahi, Februari 2010

11 Komentar »

  1. ah,,rindu..rindu.. :)

    Komentar oleh ^_^ — 16 Februari 2010 @ 7:06 pm |Balas

  2. cinta ka saha tah???? he3…
    ajarin lah dru bikin yg kaya gitu…
    jempol buat kmu…

    Komentar oleh nuny — 17 Februari 2010 @ 2:37 am |Balas

  3. cinta ma siapa kang…?cieeee…ada yg rindu nich….
    gmn caranya…
    hihihihi

    Komentar oleh asaloy — 17 Februari 2010 @ 5:21 pm |Balas

  4. Mantap Bro….!!!!

    http://www.facebook.com/suswanto.st?ref=profile

    Komentar oleh Sang Bijak — 18 Februari 2010 @ 3:11 pm |Balas

  5. rindu…

    Komentar oleh nani sulyani karyono — 19 Februari 2010 @ 4:55 am |Balas

  6. keren banget…

    Komentar oleh neneng.fitri — 19 Februari 2010 @ 5:51 am |Balas

  7. manataps akang

    Komentar oleh rian saky — 25 Februari 2010 @ 1:11 am |Balas

  8. 100610, YS

    Komentar oleh YAYAT S JAYASANTIKA — 10 Juni 2010 @ 1:28 am |Balas

  9. rindu..rindu

    Komentar oleh fajar — 24 Juni 2010 @ 5:05 am |Balas

  10. Hebat lah sakang

    Komentar oleh Zalmi — 19 Januari 2012 @ 4:30 pm |Balas

  11. jadi sediiiihh begini……………
    +lagii galau lagii?

    Komentar oleh Silvia Azzah — 20 Maret 2012 @ 7:57 am |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: