mifka weblog

23 Maret 2010

Surat Kecil Tentang Ilmu Pengetahuan

Filed under: Ω Surat-surat — by Badru Tamam Mifka @ 5:08 pm
Tags: ,

Ilmu pengetahuan akan membuka jendela mata dan pikiran kita terhadap dunia. Seperti cinta, ilmu pengetahuan adalah hadiah Tuhan bagi manusia. Ia hakikat dalam diri yang mesti diolah; menghidupkan sepenuh pancaindra dan akal; menyusun hikmah dari seribu pengalaman dan mimpi manusia; membuka selebar-lebarnya jendela hati, membiarkan cahaya meraba rasa. Hayatilah juga anugerah yang mengalir tiba-tiba bagi manusia yang berpikir. Galilah inti kehidupan, cermin dunia yang kita hadapi dan berjuta manusia yang bertukar kata dan makna. Kita himpun semesta yang berserak, menyusuri akar-akar hakikat dan jejaring pengetahuan yang tak terpisahkan. Kita berjalan menempuh cara yang berbeda dan kembali berkumpul menerima kebenaran yang sama. Kita buka logika untuk dunia, dan kita pahami diri dengan intuisi—tak terpisahkan, saling memberi dan berbagi isyarat makna untuk menumbuhkan fungsi ilmu pengetahuan.

Benar, sahabatku, ilmu pengetahuan sangatlah penting bagi kita. Tanpanya, kita ibarat berjalan dalam kegelapan. Sungguh bahagia orang-orang yang jatuh cinta pada ilmu pengetahuan, orang-orang yang kesehariannya merasa haus ilmu melebihi kebutuhannya akan segelas air dan lapar pengetahuan melebihi keinginannya akan sepiring nasi dan daging. Beruntunglah orang-orang yang mau menghayati dan memenuhi kekosongan waktunya untuk lebih banyak menggali dan mengolah ilmu pengetahuan, belajar dan belajar, menempatkan dirinya menjadi bagian dari orang-orang dahaga yang tak pernah lelah mempelajari rahasia ilmu. Mereka yang benar-benar sadar bahwa kesempatan hadir di bangku sekolah dan ruang kuliah memberi kita semangat untuk meraih ilmu pengetahuan, memaknai semenit belajar sebagai kegiatan yang sangat berharga; bekerja keras untuk berpikir, semangat memenuhi keingintahuan pikirannya dan berkarya dalam bentuk apapun.

Galilah potensi dan jelajahi prestasi. Kita ajukan kemampuan diri dan kita asah kekuatan yang ada. Ilmu pengetahuan adalah kekuatan terbesar manusia. Maka kita akan membangun ruang untuk belajar di manapun berada; di tikungan-tikungan dunia, di rumah, menghimpun diri dan berbaur dengan orang-orang di jalanan. Kita tinggalkan kekosongan, kehampaan dan kesia-siaan. Kita jalani keseharian dengan memanjakan jiwa dan pikiran oleh semangat kebutuhan akan ilmu pengetahuan. Kita jawab pertanyaan dan kita lahirkan pertanyaan baru. Kita tenggelamkan diri dalam buku-buku—bacalah, bacalah huruf-huruf pengetahuan dan fenomena semesta. Cintailah buku-buku dan kitab semesta. Kita nikmati proses dalam tahap-tahap melahirkan karya, meski sangat-sangat sederhana. Lantas, kaupun tahu, sahabatku, dengan ilmu pengetahuan sekecil apapun kita harus hadir untuk memberikan manfaat bagi umat manusia, selama hidup kita, sesudah mati kita…

Majalaya, 2010

Untuk D’el
Salam hangat, Badru Tamam Mifka

2 Komentar »

  1. kereeeeeeeennn braddddddd…

    jadi kapan ente mengambil ijazahnya ? wakawakwawakkakakaa….

    salam…

    Komentar oleh metz — 23 Maret 2010 @ 11:24 pm |Balas

  2. Selamat … sukses. Sampeyan melewati dan menikmati fase hidup yang menyenangkan. Selamat.

    Komentar oleh Obrolan — 1 September 2010 @ 3:08 pm |Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Kirim komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: