mifka weblog

8 Mei 2015

Catatan: Ketika Anak Pengen Pipis

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 11:01 am
Tags:

cucuSemua orang tua di jagat raya ini tentu akan bangga dan senang jika punya anak 2 tahunan yang sudah pandai bernyanyi, sudah pintar panggil ayah-ibu mama-papa, berhitung dari 1-5, sudah bisa sedikit-sedikit makan sendiri dan sudah bisa tidur sendiri lebih awal di malam jumat. Apa-apa sudah bisa bilang, tidak lagi hanya menggunakan bahasa nonverbal dan tangisan. Berbeda kalau belum bisa ngomong, merasa sakit atau punya keinginan atau lagi kesal atau ngantuk, bahasanya pasti menangis, cakar, jungkir-balik, pukul, nendang dsb. Histeris tidak jelas, orang tua jadi serba salah apa maunya anak.

Memang, kondisi tersebut masih saja terjadi meski anak sudah bisa ngomong. Paling tidak, si anak sudah bisa ngomong, orang tua sudah mendengar dan paham apa yang diinginkan anak. Orang tua jadi tahu—meski si anak sambil menangis—bahwa si buah hati pengen makan, pengen tidur, pengen minum, pengen pipis, dsb. Maka, membiasakan anak bicara banyak hal akan sangat memudahkan dan menyenangkan! (more…)

Iklan

5 Maret 2013

Hara-Kiri Death of A Samurai (2011)

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 10:31 am

HARA KIRI_A4 poster_smallHara-Kiri Death of A Samurai adalah salah satu film favorit saya. Film ini sudah lama; sudah banyak orang membahasnya, baik alur ceritanya, para pemainnya maupun Takashi Miike sebagai sutradaranya. Tadi malam, saya menonton lagi film ini. Bagi yang belum nonton, silakan beli DVD-nya atau cari di Om Google :D Film ini bercerita seputar balas dendam seorang ayah karena nasib yang diterima anak, cucu dan menantunya yang menderita di bawah kekuasaan yang hipokrit. Saya seperti ikut “ngamuk” :D Nah, yang paling menyentuh hati adalah kisah tentang cinta suami kepada isteri dan anak bayinya yang tumbuh ringkih diantara bayang-bayang kemiskinan, kehormatan dan kematian. Rasa marah, haru dan sedih berbaur sepanjang saya nonton film yang dikemas dengan alur meloncat-loncat ini. Sampai akhir, alur ceritanya tak henti menghasut air mata. Alur cerita dan ending yang tak pernah manis–warna alur hitam dan ending yang sebenarnya kurang saya sukai. Tapi, film ini cukup berhasil membuat saya ngahuleng. Oh kehormatan, oh kebebalan… Oh cinta, oh kemiskinan… (more…)

22 Februari 2013

Alhamdulillah, Blog Saya Kembali!

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 12:16 pm

emoticonSetelah sekian lamaaa gak bisa masuk ke blog ini karena kehilangan kata sandi (baca: pikun! hehe), akhirnya hari ini saya bisa masuk! Menyenangkan sekali, layaknya bertemu lagi dengan seorang kekasih yang setelah sekian lama gak tersentuh :D Selama masa-masa kehilangan, sempat berpikir untuk meninggalkan blog ini, tapi tanpa putus asa, saya terus berupaya membukanya; tak lelah “bersandar pada mungkin”, terus mengingat dan mendaftar puluhan kemungkinan-kata-sandi, melapor dan sebagainya dan sebagainya. Hasilnya, alhamdulillah. Barangkali tulisan “perdana” ini, sebagai rasa syukur saya. Mudah-mudahan ke depan, lebih hati-hati mengingat dan membuat kata-sandi, atau berharap tak ada sesuatu hal yang akan membuat saya kehilangan lagi “rumah” kecil saya ini.

Sebagai tips dari saya, jika diantara sobat-sobat membuat/ memiliki banyak akun penting dan agak pikun seperti saya, segeralah memikirkan kata-sandi yang baik, mudah diingat, atau setidaknya mencatatnya di draft email; tapi hati-hati, jangan membiasakan mencatatnya draft hp, file komputer, buku harian, kaos, pintu kamar, kendaraan pribadi, buku kuliah dan semacamnya hehe… Simpanlah di tempat yang tidak ada orang lain yang bisa mengaksesnya. Tentu saja, akan lebih baik jika hanya kita yang tahu, atau setidaknya, mengingat dan menyimpannya bersama seseorang yang paling baik dan bisa kita percaya. Nah kalo saya, lebih memilih menyimpannya sendiri, meskipun saya selalu tak pernah percaya pada kekuatan ingatan saya… :D

11 Januari 2011

“Harta Karun” Dangding Haji Hasan Mustapa

Beberapa hari yang lalu, saya berjumpa lagi dengan karya-karya Haji Hasan Mustapa (1852 – 1930). Ia adalah ulama, budayawan dan sastrawan Sunda yang lahir di Cikajang Kabupaten Garut, tanggal 3 Juni 1852 M. Saya jadi ingat, beberapa tahun yang silam, ketika saya masih kuliah semester 4 di UIN Bandung, saat itulah saya pertama kali perjumpaan saya dengan lembaran-lembaran dangding Haji Hasan Mustapa (HHM). Berulangkali saya baca, berulangkali saya cerna—labirin maknanya seperti tak pernah usai melempar diri saya di atas perahu kecil yang tak henti berperang dengan badai. Saya pun menepi, selebihnya sepi, bertahun-tahun sepi. Tapi toh kegelisahan tak serta merta bisa dikuras habis meski dalam waktu yang demikian panjang. Beberapa tahun kemudian akhirnya saya dipertemukan kembali dengan dangding-dangding HHM.  Kalbu saya kembali terkurung dalam senandung Puyuh Ngungkung dina Kurung. (more…)

17 Mei 2010

Apa Kabar, Jatinangor?

Filed under: Ω Catatan Harian — by Badru Tamam Mifka @ 9:28 am
Tags: ,

Sudah lama tak jalan-jalan ke jatinangor. Dulu, semasa SMA, sepanjang jalan ini saya dan kawan-kawan menghabiskan masa remaja. Masa itu tak seramai sekarang. Kini, bangunan-bangunan baru nan kokoh bermunculan; rumah makan sudah hampir saya temui di setiap lima langkah berjalan; kos-kosan mahasiswa sudah tak lagi bisa dibangun menyamping, tetapi sudah bertingkat; warnet-warnet sudah banyak; roda-roda jajanan bertambah meriah; rental game, komputer, toko-toko dan bioskop–seakan semua yang dibutuhkan orang tersedia di sini.  Dari mulai Cileunyi sampai Cikuda, sudah jadi jejaring bisnis yang gempita. Sudah jarang saya menemukan rumah pribumi di garis depan jalan, semua hampir terisi padat oleh warga pendatang. Barangkali warga pribumi semuanya sudah pindah, toh rumah kawan-kawan saya semasa SMA pun sudah sedikit yang masih bertahan di sana. Bangunan-bangunan sudah dikontrakkan, di sulap jadi toko, rumah makan dan kos-kosan. (more…)

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.