mifka weblog

Blog Pribadi Badru Tamam Mifka

Arsip untuk ‘Ω Cerita Pendek’ Kategori

Catatan Dendam

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 27 Agustus 2008

Di sana, di pojok sebuah taman, si Pak Tua menulis di buku hariannya, tentang kesedihan cinta, juga tentang dendam:

Aku menerima cukup kesedihan sepanjang hidupku. Di masa kecilku, kesedihan yang paling menyakitkan terjadi setiapkali aku berada di kolam renang. Di usia remajaku, kesedihan yang sangat memalukan muncul setiapkali aku pulang sekolah. Di masa aku tumbuh dewasa, kesedihan itu terasa tajam ketika seseorang yang sangat kucintai meludahi wajahku. Dan kini, di usiaku yang tua, kesedihan itu setiap hari berputar-putar di depan mataku, dan menusuk-nusuk dalam dadaku. Hidup ini penuh kekecewaan…

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Balada Lelaki Bermata Pisau

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 27 Agustus 2008

Senja, cahayanya merapat pada batu-batu. Ada jejak yang masih hangat sepanjang jalan setapak. Ada dengus napas yang belum hilang sepanjang ilalang. Di samping pohon-pohon, lelaki itu berdiri di atas batu tertinggi. Rantai masa lalu di kaki kirinya berderak mengeluarkan suara yang pahit. Ia bicara pada angin, pada dedaun kering yang jatuh. Hanya inilah kebahagiaan sementara, selain suara kepak kupu-kupu yang melahirkan banyak sajak di kamarnya yang sempit, kamar pengap tempatnya berlindung dari dunia yang tak pernah selesai mengintai.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Di Teras Mesjid

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 27 Juli 2008

Mesjid terletak cukup jauh dari jalan utama. Dari kejauhan kubahnya terlihat memantulkan cahaya matahari siang ini. Kubah itulah yang membuat aku jadi mudah menemukan arah menuju mesjid. Setelah melewati beberapa kelokan dan gang-gang rumah, aku sampai di halaman mesjid yang luas.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Bertanda: | 2 Komentar »

Jendela Kamar

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 21 Juli 2008

Mataku perih setiapkali membaca buku lebih dari 15 menit. Perlahan kututup buku Manusia Yang Dicintai dan Dibenci Allah. Jam menunjukkan pukul 4 sore. Tapi di luar cuaca masih panas. Dari jendela kamarku, terlihat daun kering jatuh dan awan perlahan bergerak. Aku bangkit, menghela napas yang belakangan ini terasa tak nyaman, sesak. Kubuka kalender, angka-angka tak terasa terus berlarian, meski sudah kulingkari.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Bertanda: | Leave a Comment »

Mereka Yang Menangis di Depan Jenazah Ayah

Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 30 Juni 2008

Hari ini ayahku wafat. Dia ayah yang baik bagiku. Dia suami yang baik bagi ibuku. Dia adalah pahlawan bagi kami semua. Kasih sayang juga perlindungannya yang lembut dan sederhana pada kami, membuatku semakin percaya bahwa cinta adalah sebuah kesempurnaan…

Aku ingat, ketika masih kecil, aku selalu mendapat cerita sebelum tidur. Ada banyak cerita yang menyenangkan, tentang rembulan dan hujan. Atau tentang si kancil dan kura-kura yang berjalan lambat. Betapa hangat aku dipeluknya sebelum akhirnya aku lelap dalam mimpi indah. Tapi semenjak ayah bertugas di luar kota, cerita sebelum tidur itu hanya terdengar seminggu sekali. Tentu saja, selama di luar kota, kami sangat merindukannya untuk cepat pulang. Aku senang ketika setiapkali ayah pulang. Di depan pintu, ia mencium kening ibu dihadapanku, dan mengajak kami makan malam di akhir pekan yang selalu indah.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ω Cerita Pendek | Bertanda: , , | 4 Komentar »