Taqobbalallahu minna wa minkum. Minal aidzin wal fa idzin, mohon maaf lahir & bathin. Untuk teman-teman baik saya, sahabat-sahabat baik saya, dari SD, kuliah sampai universitas virtual alias dunia maya, di manapun kalian berada, maaf bila di hari idul fitri ini tak sempat satu-persatu saya kirim kartu lebaran/ ucapan langsung; maaf bila di hari idul fitri ini saya tak sempat kirim SMS ucapan permohonan maaf saya lagi, soalnya saya kehilangan no. kontak kalian euy, setelah no. simpati saya hilang (oleh sang kakak [tua] yang rajin bersih-bersih kamar, hingga saking rajinnya arsip2 penting saya raib, termasuk no. saya)] dan no. esia saya yang dulu habis masa hidupnya. Jika berkenan, bagi yang belum, kirim lagi dong no. kalian ke email/ pesan pribadi Facebook saya (ini nih salah satu sisi positif Facebook hehehe), sampai hari kemarin sudah ada 12 orang lho teman yang sudah ngirim lagi no. kontaknya, makasih yang segede-gedenya (20 pengirim pertama dapat hadiah wew). Ya, biasanya di hari idul fitri ini saya kirim ucapan/puisi/pantun massal bagi kalian (rajin banget), ini kali gak lagi, lha mau kirim ke mana hahaha. Tapi yang penting, doa saya bagi kalian, semoga kalian dalam keadaan sehat, selalu dalam lindungan kebaikan, dimudahkan rizkinya, sukses lah. Mudah-mudahan kelak kita berjumpa dalam momen-momen yang terbaik dan menggembirakan.
Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk ‘Ω Catatan Harian’ Kategori
Maaf Lahir dan Bathin Saya Buat Kalian, Sepanjang Hayat Saya…
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 20 September 2009
Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Bertanda: Mohon Maaf Lahir dan Bathin | 1 Komentar »
Ingin Tetap Berdoa, Untuk Kesembuhan Ibu
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 16 Juli 2009

Sakit dalam Waktu Yang Lama
Ibu saya mengalami gejala stroke dalam waktu yang cukup lama. Beberapa kali beliau jatuh sakit. Kini ibu begitu sangat lemah, tak seperti dulu. Ah, penderitaan yang cukup panjang. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan berulangkali, juga berkat doa, ibu tidak mengalami mulut dan lidah yang mencong seperti pada umumnya orang terserang stroke. Tetapi, selama sakit itu, ibu mengalami kelemahan atau kelumpuhan lengan dan kaki–adanya semacam sensasi abnormal pada keduanya, mati rasa sebelah badan, kesemutan, atau terkadang panas seperti terbakar. Hal itu sudah cukup menyedihkan hati saya, menyedihkan kami. Ibu kini sosok yang sangat lemah, rapuh…
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Bertanda: Ingin Tetap Berdoa, stroke, Untuk Kesembuhan Ibu | 2 Komentar »
Rakaat 26
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 14 April 2009
Sungguh betapa sulit melawan arus usia, betapa susah menghentikan laju detiknya. Sebab usia terdengar seperti suara tangan-tangan gaib yang melintasi ingatan, meninggalkan gema ketukan di sepanjang perjalananku yang gugup diantara harapan dan kesementaraan. Ternyata menjalani hidup ini seperti berjalan mundur, sebelum akhirnya hancur. Kita bergerak pada arah yang tak berpeta, arah yang tak bisa diterka; arah ketika manusia berusaha mengekalkan silam dengan ingatan yang setengah tenggelam, dan berupaya membaca masa yang akan datang dengan sebutir bintang yang kelak padam. Kita berulangkali bersahutan dengan rencana-rencana yang tak sempurna. Dan kecemasan menemui kita, menyelinap ke dalam ruang kecil diantara jarak cinta dan air mata. Di sanalah diam-diam kita tersesat dalam kesulitan yang letih membedakan antara kemenangan dan kekalahan, kebahagiaan dan kesedihan, sebelum akhirnya kita tiba pada takdir mimpi yang tiba-tiba sepi, tangis yang benar-benar habis, dan nyawa yang tiba-tiba direbut maut…
Catatan Tak Selesai, April 2009
Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Leave a Comment »
WC umum
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 13 April 2009
April ini saya lagi hobi jalan-jalan ke banyak tempat. Saya sengaja berkunjung ke pasar, terminal, kebun binatang, gunung, danau, sawah, kebun dan banyak tempat lainnya—masih di Indonesia sih (atau lebih tepatnya di Bandung), lebih murah makan biaya ketimbang saya mesti jalan-jalan ke Singapura, Prancis…Ah, salah satu tempat yang sempat membuat saya tertarik selama menjalani hobi ini adalah berkunjung ke WC Umum. Ya, WC Umum yang bisa kita temukan di pasar, terminal dan tempat-tempat keramaian lainnya. WC Umum boleh dimasuki sembarang orang yang punya kehendak buang hajat, sekedar pipis, buang air besar, atau mandi—dan sebelum melakukan itu semua pastikan engkau menyiapkan uang 1000 perak untuk harga aktivitasmu di dalamnya, apapun. Hebat bukan, di negeri ini, buang kotoran pun harus bayar.
Ditulis dalam Ω Catatan Harian | Bertanda: catatan harian, diary, WC Umum | 7 Komentar »




Ramadhan kali ini memberiku hadiah yang sangat cantik: sebuah perasaan yang hening dan bening, sebening mata air yang aku temukan sepanjang jalan di sebuah desa yang tenang di kaki gunung ini. Setidaknya hal itu terasa setelah persinggahanku menikmati senja Ramadhan di sebuah desa yang telah menumbuhkan ketenangan bathin dan keindahan iman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Desa dengan suasana yang cerah dan ramah, dan malam yang melukis cahaya bulan pada daun-daun, jauh dari kebisingan dan kegerahan kota yang penuh benci, dengki, fitnah dan amarah. Inilah desa, tempat yang bagiku bersahabat bagi bahasa rasa, memberi tempat sandaran yang baik bagi pikiran yang lelah, memberi cermin lewat telaganya tentang keseluruhan diri kita, hingga kita rasakan airnya yang sejuk membersihkan diri kita dari seribu debu dan daki yang ditanamkan gemuruh kota. Ya, seperti juga halnya Ramadhan, adalah sebuah “desa kecil” yang sejuk di tengah gerahnya tahun, yang memberi kita waktu yang istimewa untuk belajar membersihkan diri, memberi kita waktu yang istimewa untuk belajar menikmati dan memaknai hari-hari, serta keikhlasan mensyukuri hidup; dan ia juga memberi kita waktu yang paling istimewa untuk belajar mencintai sesama dan menumbuhkan persahabatan yang lebih dekat dengan Tuhan.