: rakaat pertama
ribuan malam lahir dari mata hati
yang merapatkan dirinya pada setiap
tikungan bismillah
letih keheningan
memutih garis kerinduan
perlahan dialamatkan dengan tabah
untuk seorang kekasih
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 27 Februari 2009
: rakaat pertama
ribuan malam lahir dari mata hati
yang merapatkan dirinya pada setiap
tikungan bismillah
letih keheningan
memutih garis kerinduan
perlahan dialamatkan dengan tabah
untuk seorang kekasih
Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Bertanda: 99 rakaat cinta, antologi puisi, Ω Puisi Indonesia, rakaat pertama, Suara Cinta | 3 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 23 Februari 2009
Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Bertanda: Ω Puisi Indonesia, Hadiah Terindah, Puisi | 3 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 11 Februari 2009
Jarak kita dengan kesedihan
Seperti warna musim pada garis daun
Usia ketabahan tiba-tiba memutih dalam
kerumunan cuaca, letih melunta dalam
perselisihan air mata dan kata-kata
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Bertanda: Ω Puisi Indonesia, Jarak, Puisi | 1 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 26 Juni 2008
Dunia menjelmakan suaranya diantara derap sepatumu
Ia membangun sarang di hatimu dan menyamar
menjadi kekasihmu
Tiba-tiba saja kau kehausan
Dan kebodohan mengajarimu bagaimana
cara yang aman untuk menenggak malam sendirian
Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Bertanda: Ω Puisi Indonesia, kekasih | 1 Komentar »
Ditulis oleh Badru Tamam Mifka di/pada 24 April 2008
Ya Allah…
Apa yang terjadi dengan umat Islam di negeri ini?
Aku mendengar dari sini mereka menyebut nama-Mu keras-keras lalu mereka membakar mesjid-mesjid.
Ya Allah…
Apa yang terjadi dengan umat Islam di negeri ini?
Aku mendengar mereka melukai hati saudaranya sendiri dan tak segan membuat kerusakan atas nama-Mu.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ω Puisi Indonesia | Bertanda: agama, Ω Puisi Indonesia, kekerasan, Puisi | 2 Komentar »